“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”.
Demikian peribahasa yang tepat untuk menggambarkan aktivitas pengurus PP Muslimat NU di provinsi Maluku tanggal 15 – 17 Juli 2024 ini. Dalam kurun waktu 3 hari tersebut, PP Muslimat NU yang dipimpin oleh Ketua Periodik yaitu Ibu Hj. Siti Aniroh Slamet Effendy dan didampingi Ibu dr. Hj. Erna Yulia Soefihara, Ibu Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, Msi dan ibu Hj. Asna Neli Wahid bekerja sama dengan mitra-mitra yaitu Paragon Corp (Wardah Cosmetic), NUCare-LAZISNU, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) dan PW Muslimat NU Maluku mengadakan berbagai kegiatan yang terpusat di 2 titik yaitu Kota Ambon dan Pulau Seram.
Kegiatan di kota Ambon
Hari pertama di Ambon diawali dengan audiensi ke Pemprov Maluku dan ke Kanwil Kemenag Maluku dalam rangka “kulonuwun” dan menginformasikan akan adanya kegiatan yang dilaksanakan Muslimat NU dalam 2 hari kedepan. Setelah mendengar paparan kegiatan, Bapak Sadali Le, Pejabat (Pj) Gubernur Maluku , menyambut baik karena kegiatan-kegiatan tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam rangka menuju Indonesia Emas tahun 2045. Hal senada juga disampaikan Kepala Bagian Tata (TU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku H. M. Rusydi Latuconsina, S.Ag. Selesai audiensi, kegiatan berikutnya adalah penyapaan ke komunitas masyarakat yang terdapat anak-anak yang terindikasi stunting. Pada kesempatan ini pengurus PP Muslimat NU berkesempatan menggali informasi secara langsung perkiraan penyebab masih adanya anak-anak yang terindikasi stunting skaligus menyampaikan berbagai upaya pencegahan diantaranya dimulai sejak anak masih dalam kandungan yaitu dengan pemberian asam folat bagi ibu hamil.
Hari kedua di Ambon terdapat 3 agenda kegiatan . Yang pertama kegiatan kerjasama dengan YAICI yaitu edukasi kental manis bukan susu . Edukasi ini sangat penting mengingat adanya persepsi di masyarakat bahwa kental manis merupakan susu sehingga masih sering diberikan kepada anak-anak, padahal kandungan gula didalam kental manis sangat tinggi. Kandungan gula yang sangat tinggi ini selain membahayakan kesehatan, juga menyebabkan anak-anak cepat merasa kenyang sehingga ketertarikan untuk mengkonsumsi makanan lain yang sehat menjadi berkurang padahal asupan gizi yang baik merupakan kunci untuk mencegah stunting.



Edukasi YAICI tersebut ada benang merah dengan kegiatan berikutnya yaitu pengukuhan ibu asuh bagi anak terindikasi stunting. Kegiatan ini merupakan realisasi program kerjasama dengan Paragon Corp /Wardah dan NUCare-LAZISNU . Ibu asuh yang dikukuhkan adalah para pengurus maupun kader Muslimat NU Maluku . Setelah pelaksanaan pengukuhan, Ibu dr.Hj Erna Yulia Soefihara menmberi arahan apa saja bentuk riil pendampingan para ibu asuh diantaranya memberikan makanan yang mengandung protein tinggi sesuai dengan potensi di daerah masing-masing seperti telur, ikan, tahu dan tempe dan memastikan anak asuh mendapat asupan makanan bergizi setiap hari.
Sebagai penutup hari kedua adalah pemaparan dari ibu Hj. Siti Aniroh mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan untuk ketahan keluarga dengan membentuk koperasi primer dan koperasi usaha yang disesuaikan dengan potensi ekonomi setempat. “Koperasi merupakan soko guru ekonomi Indonesia, maka Muslimat NU harus terus merintis berdirinya koperasi primer di tingkat cabang dan koperasi sekunder di tingkat provinsi” demikian yang disampaikan ibu Hj. Siti Aniroh.
Lebaran Anak Yatim di Pulau Seram
Setelah menyelesaikan berbagai kegiatan di Ambon, pada hari ketiga yaitu tanggal 17 Juli 2024, rombongan pengurus PP Muslimat NU didampingi pengurus Wilayah Muslimat NU Maluku menyeberang ke Pulau Seram untuk mengadakan kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa dalam kaitan dengan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H dan hari Anak Yatim 10 Muharram.

Adapun kegiatan santunan yang diberi tajuk “ Lebaran Anak Yatim” diselenggarakan di desa Gemba , Kabupaten Seram Bagian Barat yang jarak tempuhnya dari dermaga kapal feri Waipirit di Ambon adalah sekitar 2 jam.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya ketua Periodik PP Muslimat NU Dra.Hj. Siti Aniroh menguraikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di bulan Muharram seperti diselamatkannya nabi Nuh dari kapal setelah banjir bandang, diselamatkannya nabi Ibrahim dari kobaran api yang membakarnya, dikabulkannya oleh Allah SWT permohonan ampunan Nabi Adam sehingga dipertemukan lagi dengan Siti Hawa. Diuraikan juga bahwa ibadah seperti puasa sunnah , sholat tahajud, dzikir dan menyantuni anak yatim dilipatgandakan pahalanya .
Ketua PW Muslimat NU Maluku, Hj. Urila Nisa D.G Malimpo menyampaikan bahwa santunan kepada anak yatim sudah menjadi tradisi khusus yang dilaksanakan PW Muslimat Maluku bukan saja di Muharram, namun juga disetiap pembukaan kegiatan organisasi.
Santunan yang diberikan bagi 40 anak yatim piatu dan dhuafa selain berupa tas sekolah, snack / makanan ringan dan beras 5 kg , juga berupa uang tunai dari PP Muslimat NU dan YKM NU Pusat.
Kontributor : Lulu SEY







