• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home KONSULTASI KELUARGA

Agama Dan Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia

Bincang Toleransi, Muslimat NU

21 November 2022
in KELUARGA
0
Agama Dan Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

RelatedPosts

HIDMAT Muslimat NU Perkuat Dakwah Digital dan Digitalisasi Data Majelis Taklim dalam Raker 2025-2030

Kini Miliki 9 Titik Layanan, PC Muslimat NU Indramayu Resmikan Posbankum di Kecamatan Sukra

Rapat Pleno 1 Periodik 1 PPMNU. Pelantikan Perangkat dan Inaugurasi Paralegal Muslimat NU 2025

Kata agama (Bahasa Sanskrit) biasanya disebut juga dengan kata din (Bahasa Arab) dan religion (Eropa). Secara etimologis (menurut asal-usul) kata din berasal dari Bahasa Arab dan terdapat pada Al-Qur’an disebutkan sebanyak 92 kali. Beberapa diantaranya terdapat pada Q.S Al-Baqarah (2) ayat 256 :

لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “tidak ada paksaan untuk memasuki agama islam; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat, karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

Dalam Al-Qur’an diayat lain terdapat pada Q.S Al-Hajj (22) ayat 78 :

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Artinya: “dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (ikutilah) agama orangtuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu. Dan begitu pula dalam Al-Quran ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

Kata Din yang digunakan dalam Bahasa Al-Qur’an mengandung arti secara teriminologi (menurut definisi) menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan dan kebiasaan serta kecenderungan alami atau tendensi.

Kata agama berasal dari Bahasa Sangsekerta, yaitu dari kata A= tidak dan Gama = pergi atau kacau. Jadi agama memiliki arti tidak pergi, tidak kacau, tetap di tempat, diwarisi turun temurun, karena agama memang mempunyai sifat demikian. Pendapat lainnya mengatakan bahwa agama berarti tuntutan, karena agama memang memberi tuntutan.

Kata religion berasal dari Bahasa latin yaitu religi. Ada yang berpendapat bahwa religi berasal dari kata religie atau religio, yang memiliki arti mengumpulkan dan membaca, karena pada dasarnya, agama memang merupakan kumpulan cara untuk mengabdi kepada Tuhan yang terkumpul pada kitab-Nya.

Perlu kiranya untuk kita ketahui secara bersama bahwa Islam mendorong manusia untuk berbudaya, tentu berbudaya yang dimaksud adalah berbudaya sesuai syariat Islam. Sebelum datangnya ajaran Islam di muka bumi ini, sudah ada kebudayaan yang telah berkembang sebelumnya. Tentu dari kebudayaan tersebut ada yang mengandung ke¬baikan dan ada yang mengandung keburukan atau kebatilan.

Adat istiadat dan tradisi yang dilakukan oleh suatu masyarakat bisa juga mengandung unsur kebaikan pada sisi kehidupan manusia, yang tidak ada nash agamanya, kecuali pengarahan terhadap tujuan yang umum. Ketika itulah peran akal melakukan ijtihad untuk mencari kehendak Ilahi, dalam segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Didalam ajaran agama Islam ada beberapa jenis kebudayaan, antara lain  kebudayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini sebagai hal yang disebut pada kaidah fiqh yaitu “ al ‘adatu muhkamatun “ artinya “adat kebiasaan dapat dijadikan sebagai hukum” bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat, yang merupakan bagian dari budaya manusia, mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Tetapi perlu diingat, kaidah tersebut hanya berlaku pada hal yang belum ada nashnya dalam al-quran maupun sunnah Rasul.

Di Indonesia tidak ada polemik agama dan budaya menjadi akulturasi kebaikan praktek agama dalam kebhinekaan yang majemuk. Agama menjadi pilar utama, budaya dan nasionalisme adalah satu kesatuan sudah harga mati, bernegara dengan 5 dasar sila dalam Pancasila sebagai bagian praktek beragama dengan menjunjung tinggi kemaslahatan makhluk, kemanusiaan di Indonesia tercinta.

@Azzah Zumrud (A-Zhoem)

Tags: agamaanti hoaxanti radikalismecinta tanah airkebersamaankesatuanMuslimatMuslimat NUpersatuantoleransi

Related Posts

KELUARGA

HIDMAT Muslimat NU Perkuat Dakwah Digital dan Digitalisasi Data Majelis Taklim dalam Raker 2025-2030

KELUARGA

Kini Miliki 9 Titik Layanan, PC Muslimat NU Indramayu Resmikan Posbankum di Kecamatan Sukra

KELUARGA

Rapat Pleno 1 Periodik 1 PPMNU. Pelantikan Perangkat dan Inaugurasi Paralegal Muslimat NU 2025

Next Post
Rapat Pleno VII  Periodik VIII PP Muslimat NU

Rapat Pleno VII Periodik VIII PP Muslimat NU

Belajar dari Sikap Toleran Umar Ibnu Khattab

Belajar dari Sikap Toleran Umar Ibnu Khattab

Sosialisasi dan Implementasi Pedoman Pengelolaan Panti Asuhan Darul Hadlonah Muslimat NU se Jawa Tengah

Sosialisasi dan Implementasi Pedoman Pengelolaan Panti Asuhan Darul Hadlonah Muslimat NU se Jawa Tengah

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU

© 2025 MuslimatNU.or.id