
JAKARTA – Yayasan Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (HIDMAT MNU) Pusat menggelar kegiatan Ta’aruf Pengurus dan Rapat Kerja untuk masa khidmat 2025-2030. Kegiatan yang diawali dengan khataman Al-Qur’an ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk merumuskan langkah strategis lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada transformasi digital dakwah dan penguatan basis data.
Dalam pemaparannya, Ketua HIDMAT MNU, Dr. Hj. Romlah W., M.A., bersama jajaran pengurus menekankan pentingnya adaptasi dakwah di era modern. Salah satu program prioritas yang diangkat adalah dakwah melalui media elektronik dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas. Langkah ini juga dibarengi dengan rencana optimalisasi perpustakaan digital serta penyediaan layanan konseling keluarga maslahah secara daring (online).
Selain penguatan konten, efektivitas organisasi kini ditopang oleh sistem berbasis data yang presisi. Langkah konkret yang diambil adalah pengembangan aplikasi pendataan Majelis Taklim. Aplikasi ini bukan sekadar alat administratif, melainkan instrumen strategis untuk memetakan potensi ribuan da’iyah dan puluhan ribu majelis taklim di bawah naungan Muslimat NU, sehingga pembinaan umat dapat dilakukan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Ketua Periodik 2 PP Muslimat NU, Prof. Dr. Zahrotun Nihayah, M.Si. yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi dakwah dengan isu-isu sosial kontemporer, terutama perlindungan keluarga.
Dakwah HIDMAT MNU di ranah digital harus menjadi oase yang menyejukkan sekaligus edukatif. Sebagai garda terdepan di majelis taklim, kita harus memastikan bahwa literasi digital yang kita bangun juga membawa misi perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Selain transformasi konten dakwah, HIDMAT MNU juga melakukan terobosan besar di bidang organisasi melalui program digitalisasi data. Menyadari besarnya potensi jamaah yang tersebar di seluruh Indonesia—mencapai lebih dari 74.000 Majelis Taklim dan belasan ribu Da’iyah—HIDMAT MNU akan segera meluncurkan aplikasi khusus pendataan.
Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pemetaan, pembaruan data, hingga input informasi terkait Da’iyah, Majelis Taklim, dan Hafidzoh secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga cabang. Program ini meliputi tahap pembuatan aplikasi, uji coba, sosialisasi, hingga input data massal. Penguatan SDM digital ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi HIDMAT MNU dalam mengelola organisasi secara profesional dan akuntabel.
kemudian acara dilanjutkan dengan sosialisasi hasil Mukernas oleh Prof. Dr. Sururin, M.A.. Melalui sinergi antara tradisi dakwah yang kuat dan pemanfaatan teknologi, HIDMAT MNU optimis dapat terus merawat tradisi dan memajukan umat di masa depan




