• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home JEJAK & HIKMAH

Ujian Kebenaran Al-Qur’an

20 Desember 2021
in JEJAK & HIKMAH
0
Membaca Surat Yasin Ibarat Mengkonsumsi Vitamin
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ada tiga golongan dalam memandang Al-Qur’an. Pertama, yaitu golongan orang beriman dan menjadikannya pedoman. Kedua, golongan yang menolak dengan penuh kesombongan. Ketiga, golongan setengah-setengah yaitu golongan munafik. Dalam ayat berikut ini diajukan tantangan kepada golongan penentang yang menganggap Al-Qur’an buatan Muhammad sendiri. Disuruhnya mereka membuat sepotong surat seperti Al-Qur’an, mengingat bahwa para penentang adalah bangsa Arab yang menguasai seni sastra yang tinggi dan terkenal dengan syair-syairnya yang berbobot, sementara Nabi Muhammad bukanlah seorang penyair atau sastrawan.

Sebaliknya apabila ternyata mereka tidak mampu membuat sebuah surat saja, meskipun sudah mengerahkan segenap “tenaga ahlinya”, mereka harus mengakui bahwa Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah, bukan ciptaan Muhammad. Maka benarlah apa yang didakwahkan oleh Muhammad, tidak bisa diingkari dan ditolak. Kalau masih juga menolak dan tidak mau menerima, mereka akan menerima siksa Tuhan di dalam neraka yang umpannya terdiri dari manusia berdosa dan batu-batu berhala yang di-tuhan-kan manusia.

RelatedPosts

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk

Syarat Pahala adalah Keikhlasan

Qs. Al-Baqarah : 25

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman serta berbuat yang baik bahwa untuk mereka (disediakan) sorga yang mengalir dibawahnya air sungai. Setiap kali mereka diberi rizqi buah-buahan dari sorga itu mereka berkata (buah) ini sama seperti yang diberikan (kepadaku) sebelumnya; mereka diberikan rizqi yang serupa, dan mereka di dalam sorga mendapatkan istri yang suci, dan mereka tetap tinggal di dalam sorga.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

 

Sumber :

Wijaya, KH Ahmad Hamid. 1989. Penerbitan Khusus Intern NU.

Tags: Al-Qur'anAllahhiduphikmahKH. Ahmad Hamid WijayaMuslimat NU

Related Posts

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)
BERITA

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk
BERITA

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk

Memaafkan orang lain, maka Allah Swt memaafkan kita.
JEJAK & HIKMAH

Syarat Pahala adalah Keikhlasan

Next Post
Koperasi An Nisa, Geliat Melek Digitalisasi Uang Elektronik Muslimat NU

Koperasi An Nisa, Geliat Melek Digitalisasi Uang Elektronik Muslimat NU

Akhlak Yang Baik

Akhlak Yang Baik

Kiai Miftachul Akhyar Terpilih Sebagai Rais Aam PBNU

Kiai Miftachul Akhyar Terpilih Sebagai Rais Aam PBNU

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030

© 2025 MuslimatNU.or.id