• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home BERITA

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk

Jelang Kongres XVIII Muslimat NU, mengenang dan mengingat tokoh perempuan Muslimat NU

8 Januari 2025
in BERITA, JEJAK & HIKMAH, KONGRES XVIII MUSLIMAT NU, NASIONAL, TOKOH
0
Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Asal-usul Bu Nyai Sholichah

Nyai Hj. Sholichah Munawwaroh merupakan ibu dari sang Bapak Pluralisme, Gus Dur. Hj. Sholichah Munawwaroh (Bu Nyai Sholichah) lahir pada 11 Oktober 1922 di Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Bu Nyai merupakan anak kelima dari 10 saudara, dari pasangan K.H. Bisri Syansuri dan Nyai Hj. Nur Chadijah. K.H. Bisri Syansuri adalah salah satu pendiri NU, sedangkan Nyai Hj. Nur Chadijah adalah adik dari Mbah Abdul Wahab Hasbullah. 

RelatedPosts

Perkuat Layanan Hukum, PP Muslimat NU Gelar Monev Paralegal: Percepatan penerbitan Sertifikat CPLA PW Muslimat NU Jawa Tengah

Pelantikan Pengurus Yayasan Haji Muslimat NU Pusat Digelar di Auditorium H.R. Rasyidi Kemenhaj RI

Sosialisasi layanan pengasuhan dan perawatan di komunitas untuk tingkatkan pendapatan dengan meningkatkan perlindungan anak, TPAK dan karir perempuan.

Bu Nyai Sholichah Wahid Hasyim wafat pada hari Jumat, 29 Juli 1994, sekitar pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 72 tahun. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Tebuireng, Jombang. Nama Bu Nyai Sholichah diabadikan untuk nama salah satu masjid di Ciganjur, yakni Masjid al-Munawwaroh.

Keluarga Bu Nyai Sholichah

Bu Nyai Sholichah menikah dengan Gus Abdurrahim, putra dari K.H. Cholil Singosari, tetapi sang suami kemudian wafat pada tahun awal pernikahan mereka. Bu Nyai Sholichah kemudian menikah dengan K.H. Wahid Hasyim, putra dari K.H. Hasyim Asy’ari yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Bu Nyai Sholichah dan K.H. Wahid Hasyim menikah pada 1936, tepat di hari Jumat, 10 Syawal 1356 H. Setelah menikah, pada awalnya, mereka tinggal di Denanyar, tetapi kemudian pindah ke Tebuireng.

Melalui pernikahan tersebut, Bu Nyai Sholichah dikaruniai enam anak yang saat ini dikenal menjadi tokoh hebat Indonesia. Keempat anak tersebut adalah K.H. Abdurrahman Wahid, Aisyah Hamid Baidlowi, K.H. Salahuddin Wahid, Umar Wahid, Lily Chodijah Wahid, dan Hasyim Wahid. Namun, usia pernikahan Nyai Sholichah dengan K.H. Wahid Hasyim hanya berlangsung 15 tahun. Tepat pada tahun 1953, K.H. Wahid Hasyim meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil di Jawa Barat. Ia meninggal di usia yang sangat muda, yakni 38 tahun. 

Nyai Sholichah Menjadi Kepala Keluarga 

Pasca meninggalnya K.H. Wahid dalam kecelakaan di Cimahi, Bu Nyai Sholichah mengambil alih semua peran di keluarga, yakni menghidupi, membimbing, dan mendidik keluarga. Dalam keadaan sulit, Bu Nyai Sholichah tetap kuat dan mandiri dalam merawat anak-anaknya di Jakarta. Pada awalnya K.H. Bisri Syansuri, melalui musyawarah keluarga, menghendaki agar Bu Nyai Sholichah kembali ke Jombang, akan tetapi Bu Nyai Sholichah tidak mau. Tidak hanya itu, ketika keempat anaknya akan dibagi pada paman-pamannya untuk diasuh, Bu Nyai Sholichah tidak bersedia. Bu Nyai dijadikan oleh Allah sebagai perempuan yang kuat menghadapi liku-liku hidup dan merawat serta membesarkan anak-anaknya di dalam belantara Jakarta yang keras.

Bu Nyai Sholichah yang tangguh, sabar, ulet, berintegritas, selalu bermunajat kepada Allah, serta kiparahnya di masyarakat yang luar biasa menjadikan Bu Nyai sebagai perempuan yang sangat dihormati, bukan hanya oleh anak-anaknya, tetapi juga oleh tokoh-tokoh NU, dan kolega-kolega di luar NU.

Gus Dur dalam bukunya yang berjudul Ibuku Inspirasiku menyebut sang ibu seperti “ayam induk” bagi para pimpinan NU pada masanya yang tidak pernah lepas kontak dengan para pimpinan masyarakat lokal dan nasional. Gus Dur yang dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada saat Muktamar NU 1984, juga berkenan atas restu dari sang ibu, yakni Bu Nyai Sholichah. 

Peranan Nyai Sholichah di Muslimat NU

Tahun 1950, ketika KH. Wahid Hasyim diangkat menjadi menteri agama, Bu Nyai Sholichah ikut pindah ke Jakarta. Bu Nyai kemudian terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, terutama di Muslimat NU Jakarta. Keterlibatan Bu Nyai yang aktif di arena perbaikan masyarakat dimulai dengan menjadi anggota Muslimat NU Gambir (1950), kemudian menjadi Ketua Muslimat NU Matraman (1954), Ketua Muslimat NU DKI Jaya (1956), hingga Ketua I Pimpinan Pusat Muslimat NU tahun 1959 sampai Bu Nyai wafat pada Jumat, 29 Juli 1994 dalam usia 72 tahun.

Bu Nyai Sholichah dalam kegiatannya di lingkungan Muslimat NU menjadi perempuan yang merintis berdirinya Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM). Yayasan tersebut mengelola segala jenis fasilitas umum seperti rumah sakit, klinik, panti asuhan, rumah bersalin, dan fasilitas sosial lainnya. Kegiatan sosial Bu Nyai Sholichah tidak hanya di lingkungan Muslimat NU, Bu Nyai juga aktif dan berperan di berbagai organisasi sosial, seperti YDB (Yayasan Dana Bantuan), Yayasan Bunga Kamboja, IKPNI (Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia), Home Care, panti jompo dan pengajian untuk para ibu yang dinamakan Al-Ishlah di Mataraman. Di dalamnya ia sangat aktif dan cukup berperan. Selain itu, di ranah politik ia sebagai legislator DKI Jakarta (1957), DPR-GR/MPRS (1960), DPR/MPR (1971 mewakili NU, 1978-1987 mewakili PPP).

By : A-Zhoem

Related Posts

DAERAH

Perkuat Layanan Hukum, PP Muslimat NU Gelar Monev Paralegal: Percepatan penerbitan Sertifikat CPLA PW Muslimat NU Jawa Tengah

Pelantikan Pengurus Yayasan Haji Muslimat NU Pusat Digelar di Auditorium H.R. Rasyidi Kemenhaj RI
BERITA

Pelantikan Pengurus Yayasan Haji Muslimat NU Pusat Digelar di Auditorium H.R. Rasyidi Kemenhaj RI

Sosialisasi layanan pengasuhan dan perawatan di komunitas untuk tingkatkan pendapatan dengan meningkatkan perlindungan anak, TPAK dan karir perempuan.
BERITA

Sosialisasi layanan pengasuhan dan perawatan di komunitas untuk tingkatkan pendapatan dengan meningkatkan perlindungan anak, TPAK dan karir perempuan.

Next Post
Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Logo Kongres XVIII Muslimat NU

Logo Kongres XVIII Muslimat NU

Insya Allah Dihadiri Presiden Prabowo, Kongres XVIII Muslimat NU Bakal Luncurkan Dua Program Nasional

Insya Allah Dihadiri Presiden Prabowo, Kongres XVIII Muslimat NU Bakal Luncurkan Dua Program Nasional

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU

© 2025 MuslimatNU.or.id