• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home JEJAK & HIKMAH

Kisah Ibu yang Kikir dan Do’a Rasulullah SAW

27 Januari 2020
in JEJAK & HIKMAH
0
Kisah Ibu yang Kikir dan Do’a Rasulullah SAW
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dikisahkan , suatu hari Rasulullah SAW kedatangan seorang wanita. Keadaannya memprihatinkan. Tangannya kanannya mati tergantung-gantung. Kemudian wanita tersebut berkata kepada Rasulullah SAW, ” Wahai Rasulullah saya mohon do’akan saya kepada Allah agar tanganku baik kembali untuk beribadah kepadanya.”

Kemudian Rasulullah SAW memperhatikan tangan wanita itu dan berkata,”Mengapa sampai begitu.”

RelatedPosts

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk

Syarat Pahala adalah Keikhlasan

Wanita itupun kemudian bercerita. “Saya bermimpi hari kiamat datang. Neraka jahaham telah disiapkan dan surga disiapkan. Dalam neraka saya melihat beberapa lembah. Kulihat dalam sebuah lembah ada ibuku. Di tangannya ada sepotong lemak makanan. Sedangkan  di tangan lainnya terdapat cabikan kecil dan dibuatnya untuk menyelamatkan diri dari api.”

Kemudian aku bertanya kepada ibuku,” Apa yang terjadi pada ibu. Padahal engkau orang yang taat kepada Allah dan suamimu ridha padamu.”

“ Aku dulunya orang pelit dan disinilah tempat orang pelit,” kata ibunya.

“ Kemudian apa artinya lemak dan cabikan ini,” tanyaku lagi.

Ibuku kemudian menjawab, “Inilah yang pernah kusedekahkan dulu. Aku sama sekali tidak pernah bersedekah selain ini. Benda ini diberikan kepadaku, dan inilah yang melindungiku dari api neraka dan siksaan.”

Setelah itu aku bertanya, “Dimanakah ayah sekarang.”

“Ayahmu  seorang dermawan dan sekarang ditempatkan di surga,” jawabnya.

Kemudian aku pergi ke surga, kudapati ayah ada di tepi telagamu Rasulullah. Ia memberi minum beberapa orang dari tangan Ali, Ali dari tangan Utasman, Utsman dari tangan Umar, Umar dari tangan Abu Bakar. Dan Abu Bakar dari tanganmu ya Rasulullah.

Akupun mengadu kepada ayah,” Ayah, Ibu itu orang yang taat kepada Allah, dan ayah juga ridha kepadamu. Kini ibu ada di sebuah lembah di neraka Jahanam. Sedangkan ayah sibuk memberikan minum kepada orang lain. Ibu sangat dahaga, berikanlah ia seteguk air.”

Lalu aku mengambil sebuah cawan dan kuisi air untuk memberi minum Ibu. Saat kuminumkan kepada ibu, kudengar suara,” Semoga Allah mematikan tanganmu. Engkau datang memberi minum kepada seorang wanita yang kikir dan pendurhaka dari air minum telaga Nabi Muhammad.”

Selah itu aku terbangun. Dan tanganku kudapati telah mati tergantung-gantung.

Mendengar cerita itu Rasulullah SAW bersabda, “Kekikiran ibumu telah menghukummu di dunia. Lalu bagaimana hukuman di akhirat?”

Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan tongkatnya pada wanita itu dan berdoa,” Tuhan dengan mimpi yang dikisahkan wanita ini, kembalikan keadaan tangannya seperti semula.” Maka tangannya pun kembali membaik seketika.

(Kisah ini disadur dari buku Kitab Usfuriyah, Kisah-Kisah Hikmah dari Lektur Pesantren.)

 

 

 

Related Posts

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)
BERITA

Belajar dari Buku: HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI, Sang Pemersatu Umat Islam Indonesia (Pemikiran Reflektif Socio-Religious KH. Abdul Hakim Mahfudz)

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk
BERITA

Sholichah Munawwaroh,  Ibu Sang Bapak Pluralisme, Sang Ayam Induk

Memaafkan orang lain, maka Allah Swt memaafkan kita.
JEJAK & HIKMAH

Syarat Pahala adalah Keikhlasan

Next Post
PAC Muslimat NU Bangsri Jepara Jawa Tengah Dilantik

PAC Muslimat NU Bangsri Jepara Jawa Tengah Dilantik

Riyadhoh dan Solat Hajat 100 Rakaat

Riyadhoh dan Solat Hajat 100 Rakaat

Pengurus Ranting Muslimat NU Secang Megelang Dilantik

Pengurus Ranting Muslimat NU Secang Megelang Dilantik

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU

© 2025 MuslimatNU.or.id