Jakarta, 27 Juni 2026 – Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU) Tingkat Pusat bekerja sama dengan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI-RSCM) sukses menyelenggarakan SIGAP Lansia 2026 (Siaga Gawat Darurat untuk Lansia), sebuah Webinar Edukasi Nasional yang mengangkat tema “Penanganan Kegawatdaruratan Sehari-hari pada Lansia.” Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup lansia melalui edukasi kesehatan yang aplikatif dan mudah dipahami masyarakat.

Bertempat di Aula Panti Asuhan Harapan Remaja, Rawamangun, Jakarta Timur, kegiatan dilaksanakan secara hybrid, sehingga dapat diikuti baik oleh ratusan peserta yang hadir langsung maupun peserta dari berbagai daerah melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Peserta online seluruh Pengurus Pusat MNU dan seluruh pengurus PW-PC YKM NU. Yang hadir offline Pegurus Harian PP MNU, PW dan PC DKI, Depok dan Banten. Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan pertolongan pertama dalam menghadapi kondisi darurat pada lansia.

Acara diawali dengan registrasi, santunan kepada anak yatim, pre-test, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat Nabi, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Muslimat NU dan Hymne UI, nampak hadir juga utusan kehadiran dari perangkat Pusat MNU lainnya yaitu YHM NU ,HIDMAT MNU, YPM NU Pusat dan Inkopan. Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat dr Erna Yulia Soefihara menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wujud komitmen YKMNU dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua YKMNU Tingkat Pusat menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki era masyarakat menua (aging population), sehingga keluarga harus dibekali kemampuan dasar menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan yang sering dialami lansia. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam ikhtiar menjaga amanah Allah SWT berupa kesehatan dan keselamatan orang tua serta para lansia di lingkungan sekitar.
Kegiatan edukasi menghadirkan para dokter spesialis dan praktisi dari FKUI-RSCM yang kompeten di bidang kegawatdaruratan, yaitu:
- Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An-TI., SubSp. NA (K) membawakan materi Pertolongan dan Penanganan Stroke.
- Dr. dr. Aida Rosita Tantri, Sp.An-TI., SubSp. AR (K) menyampaikan materi Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support).
- dr. Adinda Meidisa Akhmad, Sp.An-TI menjelaskan Pertolongan dan Penanganan Sesak Napas.
- dr. Abdul Kadir memberikan materi Pertolongan dan Penanganan Terjatuh serta Lemas pada Lansia.
Para narasumber menekankan bahwa sebagian besar kasus kegawatdaruratan pada lansia terjadi di rumah. Oleh karena itu, keluarga menjadi pihak pertama yang menentukan keselamatan pasien sebelum mendapatkan penanganan medis. Kesalahan dalam memberikan pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi, sedangkan tindakan yang tepat dapat meningkatkan peluang keselamatan dan memperkecil risiko kecacatan.

Yang menjadi keunggulan kegiatan SIGAP Lansia adalah sesi simulasi kasus darurat. Peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga menyaksikan bahkan mempraktikkan secara langsung berbagai teknik pertolongan pertama, mulai dari penanganan stroke, sesak napas, bantuan hidup dasar (BHD), hingga teknik pembalutan dan transportasi korban. Melalui pendekatan praktik ini diharapkan peserta memiliki keterampilan nyata yang dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kolaborasi antara YKMNU Tingkat Pusat dengan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM menjadi contoh sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan institusi pendidikan kedokteran dalam memperkuat edukasi kesehatan masyarakat. Program ini juga didukung oleh Yayasan Lestari Peduli Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi kondisi darurat kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Muslimat NU kembali menunjukkan komitmennya bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui penguatan spiritual, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan keluarga. Kepedulian terhadap lansia merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam yang mengajarkan penghormatan kepada orang tua serta kewajiban menjaga keselamatan sesama.
Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU berharap SIGAP Lansia dapat menjadi gerakan edukasi yang berkelanjutan sehingga semakin banyak keluarga Indonesia yang mampu melakukan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan benar ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada lansia.
Ajakan mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih siap, lebih sigap, dan lebih peduli terhadap kesehatan lansia. Karena pertolongan pertama yang benar dapat menjadi ikhtiar penyelamat kehidupan.
Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Tingkat Pusat bersama Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM telah sukses menyelenggarakan SIGAP Lansia 2026 (Siaga Gawat Darurat untuk Lansia). Melalui edukasi dan simulasi praktik, peserta dibekali keterampilan menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada lansia, seperti:
✅ Stroke
✅ Sesak napas
✅ Terjatuh dan lemas
✅ Bantuan Hidup Dasar (BHD)
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Muslimat NU dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga agar semakin siap memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah dan mampu menyelamatkan lebih banyak kehidupan.
Kontributor : Azzah Zumrud Muallif





