Tangerang Selatan – Memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus Hari Sosial Muslimat NU, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama menyelenggarakan kegiatan Lebaran Anak Yatim dengan memberikan santunan kepada 300 anak yatim di Pusdiklat Muslimat NU, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Ahad (28/6/2026).
Mengangkat tema “Dengan Semangat Muharram, Kita Tingkatkan Kepedulian terhadap Anak Yatim”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Muslimat NU dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menghidupkan nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan Islam.
Kegiatan Hari Sosial Muslimat NU dan Lebaran Anak Yatim 1448 H ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, yang juga sebagai Gubernur Jawa Timur. Kehadiran program ini menjadi bagian dari komitmen PP Muslimat NU untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui momentum bulan Muharram.
Acara diawali dengan pembacaan Manaqib, Maulid Nabi Muhammad SAW, Yasin dan Tahlil, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, serta sambutan dari jajaran pengurus Pimpinan Pusat Muslimat NU. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.
Ketua PP Muslimat NU, Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si, yang juga sebagai Menteri PPPA dalam sambutannya mengajak seluruh kader Muslimat NU menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus memperluas kepedulian terhadap masyarakat, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian bersama.
“Semangat Muharram mengajarkan kita untuk tidak hanya memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial. Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga bersama, sehingga mereka dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang dan harapan,” ujarnya.
Ibu menteri juga mengingatkan, “Supaya ibu2 selalu menjaga ketahanan keluarga, karena banyaknya kekerasan pada anak maka setiap orang tua harus lebih banyak lagi memperhatikan anak-anaknya supaya tdk terjadi hal2 yg tdk di inginkan menimpa anak2 kita”, imbuhnya
Ketua Panitia, Dra. Hj. Andi Nurhiyari Jamaro, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, pengurus, sponsor, dan relawan yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua.”
Melalui penyelenggaraan Hari Sosial Muslimat NU dan Lebaran Anak Yatim ini, PP Muslimat NU berharap dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan budaya berbagi, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada 300 anak yatim yang berasal dari wilayah sekitar Pondok Cabe dan panti asuhan milik maupun binaan Muslimat NU. Santunan tersebut merupakan hasil gotong royong dan kepedulian para pengurus, anggota, donatur, serta mitra yang mendukung terselenggaranya kegiatan.
Selain menerima santunan, anak-anak juga menikmati hiburan edukatif berupa pertunjukan dongeng yang menghadirkan suasana ceria dan penuh kebahagiaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berkesan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat bagi mereka dalam menyongsong masa depan.
Sebagai organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU terus mengembangkan berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Peringatan Hari Sosial Muslimat NU menjadi salah satu agenda tahunan yang menegaskan peran organisasi dalam memperkuat solidaritas sosial dan membangun kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ini, PP Muslimat NU berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Muharram bukan sekadar pergantian tahun Hijriah, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen dalam menghadirkan kemaslahatan bagi sesama serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi bangsa dan umat,” tutup Ketua PP Muslimat NU.
*Kontributor : Etika Nailur Rahma




