Lembang, 27 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pemahaman dan kesiapan calon jamaah haji, PC Muslimat NU Kota Bandung bekerja sama dengan Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) menyelenggarakan Pelatihan dan Peragaan Manasik Haji Akbar di Al Multazam Training Center (AMTC) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai PAC dan Ranting Muslimat NU se-Kota Bandung. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran manasik, mulai dari materi teori hingga praktik lapangan yang disimulasikan secara langsung menyerupai kondisi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar Muslimat NU dalam membentuk jamaah haji yang mandiri, tertib, memahami syariat, serta mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Manasik Haji Bukan Sekadar Simulasi
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada urutan perjalanan ibadah haji, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai hikmah, fiqih, dan praktik ibadah di setiap tahapan.
Materi yang diberikan meliputi:
- Pengertian, tujuan, dan filosofi ibadah haji.
- Rukun, wajib, sunnah, dan larangan (mahzurat) haji.
- Tata cara berihram dari miqat beserta niat yang benar.
- Praktik mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan syariat.
- Simulasi thawaf mengelilingi Ka’bah dengan tertib dan sesuai ketentuan.
- Praktik sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah beserta makna spiritualnya.
- Tata cara wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji.
- Simulasi mabit di Muzdalifah dan Mina.
- Tata cara melempar jumrah beserta hikmah di balik pelaksanaannya.
- Tahallul dan penyempurnaan rangkaian ibadah haji.
- Adab selama berada di Tanah Suci, menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta kebersamaan dalam rombongan.
Melalui simulasi yang dilakukan secara langsung, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai alur perjalanan ibadah haji sehingga lebih siap ketika mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
Menanamkan Nilai Spiritual dan Kemandirian Jamaah
Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai spiritual bahwa ibadah haji merupakan perjalanan penyucian diri yang memerlukan keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga ukhuwah antarjamaah.
Peserta diingatkan agar tidak hanya memahami tata cara ibadah secara lahiriah, tetapi juga menghayati makna setiap amalan sehingga mampu meraih predikat haji yang mabrur.
YHM NU juga memberikan penguatan mengenai pentingnya kesiapan mental, fisik, kesehatan, administrasi perjalanan, serta kemampuan mengikuti arahan petugas dan pembimbing selama berada di Arab Saudi.
Komitmen Meningkatkan Literasi Perhajian
Melalui kegiatan ini, Muslimat NU bersama Yayasan Haji Muslimat NU terus berkomitmen meningkatkan literasi perhajian di lingkungan Muslimat NU agar para calon jamaah memperoleh bekal yang utuh, baik dari sisi fiqih, praktik, pelayanan, maupun pembinaan spiritual.
Ke depan, kegiatan pelatihan manasik seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan pelayanan dan pendampingan jamaah haji Muslimat NU di seluruh Indonesia.
Semoga seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, serta kesempatan oleh Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji dengan sempurna dan memperoleh predikat Haji Mabrur, serta menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.





