Jakarta Barat_ Semangat membangun generasi muda yang mandiri, kreatif, dan adaptif di era digital terus digaungkan melalui Seminar Kewirausahaan, tepatnya diselenggarakan PC KOPRI Jakarta Barat pada Minggu, 10 Mei 2026 di Aula Masjid Sahara, Kantor Walikota Jakarta Barat.
Mengusung tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda di Era Digital”, kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti peserta dari tim LP3H PP Muslimat NU, kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, kader organisasi perempuan, serta masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia usaha dan pengembangan ekonomi kreatif.
Seminar menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Rizky Wijayanti, S.H. dari Kadin Indonesia dan INKOPAN (Induk Koperasi Annisa) Muslimat NU serta Hj. Dewi selaku wakil Direktur LP3H PP Muslimat NU dan Petugas Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) PP Muslimat NU.

Dalam pemaparannya, Rizky Wijayanti, S.H. menyampaikan pentingnya membangun mental entrepreneur yang tangguh dan inovatif di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Menurutnya, generasi muda harus mampu membaca peluang usaha serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pengembangan bisnis. ” Pasword sukses pemuda Entrepreneur adalah jujur, konsisten, berkarakter dan mau berkolaborasi” imbuh pengurus bidang PP Muslimat NU ini.
Sementara itu, Hj. Dewi menegaskan pentingnya kesadaran halal bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, sebagai bagian dari peningkatan kualitas produk dan daya saing usaha di tengah implementasi kebijakan wajib halal nasional.
“Literasi halal bukan hanya soal label, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan kepercayaan kepada konsumen. UMKM harus siap naik kelas melalui sertifikasi halal,” ujar Pengurus aktif Perangkat Muslimat NU Pusat ini.
Ia juga menjelaskan berbagai kemudahan pendampingan sertifikasi halal yang dapat diakses masyarakat melalui LP3H PP Muslimat NU sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
Materi yang disampaikan Hj. Dewi mengulas secara lengkap tahapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil, termasuk mekanisme self declare, persyaratan Nomor Induk Berusaha (NIB), proses pendampingan oleh Pendamping Proses Produk Halal (P3H), hingga proses verifikasi dan penerbitan sertifikat halal oleh BPJPH Kementerian Agama RI.
Hj. Dewi juga memaparkan berbagai manfaat sertifikasi halal bagi UMKM, antara lain meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, hingga memperkuat citra usaha. Menurutnya, ekosistem industri halal nasional membutuhkan keterlibatan aktif organisasi masyarakat, termasuk Muslimat NU, dalam mendampingi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Selain edukasi kewirausahaan dan manajemen usaha, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), pentingnya penggunaan bahan halal, serta proses produk halal yang harus dijaga secara berkelanjutan setelah sertifikat halal diterbitkan.
Dalam sesi praktik dan pendampingan, panitia juga memperkenalkan para pendamping P3H serta membuka layanan konsultasi pengajuan sertifikasi halal bagi peserta yang ingin memulai proses self declare. Peserta diberikan arahan mengenai pembuatan akun OSS untuk memperoleh NIB serta akun SIHALAL sebagai tahapan pengajuan sertifikat halal secara daring.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar kewirausahaan, manajemen keuangan UMKM, pengembangan jejaring usaha, hingga strategi pemasaran digital. “Kami juga siap berkolaborasi, sosialisasi dan pendampingan terkait program Sertifikasi Halal melalui P3H LP3H PP Muslimat NU dengan komunitas-komunitas Nahdliyyin dan juga komunitas yang lain terkait dukungan percepatan pada WHO (Wajib Halal Oktober) 2026, dengan harapan peserta benar-benar PU (Pelaku Usaha) yang ada produk untuk diproses sertifikat halalnya” imbuh pesan tertulis Hj. Azzah Zumrud,Manager Kemitraan LP3H PP Muslimat NU.

Selain mendapatkan materi edukatif, peserta juga memperoleh berbagai manfaat seperti pelatihan soft skill, perluasan relasi, peluang kolaborasi usaha, hingga kesempatan mengikuti bazar UMKM.
Melalui seminar ini, LP3H PP Muslimat NU. PC KOPRI Jakarta Barat berharap lahir generasi entrepreneur muda yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat melalui edukasi, kolaborasi, dan pendampingan berkelanjutan, khususnya bagi perempuan dan generasi muda Nahdliyin di era digital.
(By:A-Zhoem)




