Pimpinan Pusat Muslimat NU, salah satu Wakil Ketua, Ketua Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU menghadiri Harlah Muslimat NU ke-80 dan Pembukaan Pengajian Muslimat NU yang diadakan PC Muslimat NU Kota Jakarta Barat di Masjid Ad Dakwah Jln. Raya Duri Kosambi Rt.003/01, Cengkareng Jakarta Barat, Minggu 10 Mei 2026.
Dalam sambutannya Ariza Agustina, SE, M.Si menyampaikan pentingnya perempuan sebagai menteri keuangan keluarga untuk menjaga agar seluruh anggota keluarga tetap sehat seharusnya anak, suami, ibu dan anggota keluarga lainnya untuk mengelola konsumsi pangan. Bila beras mahal, maka makanan pokok tidak hanya beras, bisa sebagian diganti dengan ubi, singkong dan lainya.
Untuk menjaga solidaritas dan kohesivitas masyarakat maka progam mustika mesem yang digagas Muslimat NU bagi yang sedang atau luas untuk membantu warga masyarakat yang dalam kondisi sempit. Program mustika mesem dengan memberi perhatian radius 40 rumah di sekitar kita, keunikannya adalah dengan membagi rantang,
Sebagaimana mars Muslimat NU bahwa Muslimat NU sebagai “Pendidik, pembina bunga bangsa, maka menjaga anak agar sehat dengan juga menjaga agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Pemerintah daerah DKI Jakarta memperluas sekolah swasta untuk fasilitas sekolah gratis, PC MNU Jakarta Barat diharapkan agar membantu komunikasi dengan walikota bila ada anak yang membutuhkan fasilitas pendidikan yang dimaksud.

Lanjut Ariza ” Ibu-ibu sebagaimana yang selalu didengungkan di Mars Muslimat NU yakni: berilmu, beramal dan berbakti, bertaqwa pada Ilahi, maka ibu-ibu harus berilmu, gunakan gadget dengan bijak, luangkan waktu pagi hari untuk belajar, misalnya mencari menu sehat untuk anak” imbuh staf ahli di Kementerian KPPPA RI ini.
Anak-anak dibawah umur 13 tahun dibatasi menggunakan gadget, “latih mereka aktivitas fisik untuk belajar sportif, berfikir positif, punya tujuan, visioner, “misalnya saja untuk menang turnamen maka mereka harus belajar membuat rencana, berlatih, dan berjuang untuk menang” tulis pesan ahir Ariza.




