KAIRO — Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) memperkuat koordinasi dan jejaring akademik dengan Mesir. Delegasi yang dipimpin Ketua APMNU Prof. Dr. Amany Lubis, Lc., M.A., mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo dan Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar, Kamis (15/10/2026).
Di KBRI Kairo, delegasi diterima Penasihat Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Abdul Muta’al. Semula, delegasi dijadwalkan bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso, M.A. Namun, Kuncoro harus menghadiri agenda penting yang mendadak di Indonesia sehingga diwakilkan.
Dalam pertemuan itu, Amany memaparkan profil organisasi, program kegiatan, dan kontribusi APMNU dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan perempuan melalui pendidikan. APMNU juga berharap koordinasi dengan KBRI Kairo dapat mendukung kegiatan akademik dan memperluas jejaring perguruan tinggi.


Setelah itu, delegasi yang didampingi Abdul Muta’al bertolak ke Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar. Delegasi diterima Wakil Dekan Bidang Pascasarjana dan Penelitian sekaligus Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Prof. Dr. Muhammad Madbouly Habib, Ketua Program Studi Dr. Hossam Badr, serta sejumlah dosen. Madbouly juga menyampaikan salam dari Dekan Prof. Dr. Khaled Abbas.
Dalam pertemuan tersebut, Amany menyampaikan bahwa APMNU menghimpun lebih dari 215 profesor perempuan dari 132 bidang keilmuan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kedua pihak membahas peluang kerja sama, yakni pertukaran dosen dan mahasiswa, partisipasi dalam konferensi dan seminar ilmiah, serta penyelenggaraan kuliah dan kegiatan akademik melalui platform digital.
Pihak Al-Azhar turut mengundang delegasi APMNU ke konferensi internasional pada 29–30 November 2026. Konferensi bertema “Kajian Interdisipliner dalam Bahasa, Penerjemahan, dan Sastra di Era Transformasi Digital” itu dapat diikuti secara langsung maupun daring.
APMNU berharap hubungan akademik Indonesia dan Mesir berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat kapasitas akademisi dan kontribusi perempuan di bidang pendidikan.


