Jakarta – Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) Pusat menyelenggarakan riyadhoh bersama sebagai penguatan spiritual pasca pelaksanaan Orientasi dan Rapat Kerja (Raker)-1. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari yang berbeda yakni Kamis 5 Februari 2026 di Majelis Taklim Binaan dan kediaman pengurus Ketua I YHM NU Pusat Ustadzah Hj. Maryam Syuhud,MA di bilangan Condet Jakarta, sebagai ikhtiar khusus untuk meneguhkan dimensi ruhiyah dalam menjalankan amanah kepengurusan YHM NU.

Riyadhoh tersebut mengamalkan bacaan khusus yang menjadi tuntunan dari Ibu Nyai Machfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah yakni istighosah, pembacaan Surat Al-Waqi’ah, dan Ratib Al-Haddad. Amalan ini menjadi bagian dari tradisi spiritual yang terus dijaga oleh YHM NU dalam mengiringi langkah-langkah kelembagaan.

Ketua YHM NU Pusat, Azzah Zumrud Muallif, menegaskan bahwa riyadhoh bukan sekadar pelengkap kegiatan organisasi, melainkan fondasi batin dalam mengelola amanah besar pelayanan haji.
“Kami menyadari bahwa dalam riyadhoh ada doa-doa para ibu, ada harapan para lansia. Karena itu, riyadhoh menjadi kekuatan ruhiyah agar setiap kegiatan yang kita jalankan senantiasa dalam bingkai keikhlasan dan perlindungan Allah SWT,” ujar Azzah.
Ia menambahkan bahwa pemisahan waktu antara Raker dan riyadhoh dimaksudkan agar para pengurus memiliki ruang khusus untuk menata niat dan menguatkan spiritualitas sebelum memasuki tahapan implementasi program.
“Orientasi dan raker membahas strategi dan roadmap kerja. Sementara riyadhoh adalah ruang membersihkan hati dan meluruskan niat. Kami ingin memastikan bahwa langkah YHM NU ke depan bukan hanya profesional dan akuntabel, tetapi juga penuh keberkahan, riyadhoh ini akan rutin dilaksanakan”. lanjutnya.
Pembacaan Surat Al-Waqi’ah dimaknai sebagai ikhtiar memohon kelapangan rezeki dan kemudahan dalam mengelola lembaga, sementara Ratib Al-Haddad menjadi wasilah penguatan keteguhan hati serta perlindungan dari berbagai tantangan organisasi. Adapun istighosah menjadi simbol penghambaan dan pengakuan atas keterbatasan manusia dalam mengemban amanah besar.

Sebagai lembaga di bawah naungan Muslimat Nahdlatul Ulama, YHM NU menegaskan komitmennya untuk memadukan profesionalisme tata kelola dengan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyyah. Spirit inilah yang diyakini menjadi kekuatan khas dalam semua pelayanan dan program, khususnya layanan jamaah haji, terutama keterpihakan pada jama’ah perempuan dan lansia.

Riyadhoh ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kerja organisasi adalah bagian dari khidmah. Tidak hanya melayani secara teknis, tetapi juga menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kemuliaan jamaah sebagai tamu-tamu Allah. Dengan penguatan spiritual tersebut, YHM NU optimis melangkah menjalankan program kerja hasil Raker-1, seraya terus memohon ridha dan pertolongan Allah SWT dalam setiap tahapan pengabdian.
(By:A-Zhoem)







