Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama menghadiri pertemuan daring dalam rangka pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Cabang di tingkat wilayah/provinsi. Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 5 Mei 2026 ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program percepatan sertifikasi halal nasional.

Pertemuan tersebut diikuti oleh para Ketua PW Muslimat NU se-Indonesia dengan semangat khidmah dan komitmen kuat untuk mengambil peran aktif dalam implementasi kebijakan nasional menuju Wajib Halal Oktober 2026. Dalam arahannya, pengurus pusat menegaskan pentingnya kesiapan struktur LP3H hingga tingkat daerah sebagai ujung tombak pendampingan pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal.
“Dasar pembentukan LP3H PP Muslimat NU Cabang tingkat provinsi/wilayah adalah KEPKABAN Nomor 8 tahun 2024 dan PERKABAN Nomor 5 tahun 2025”, imbuh narasumber Teri Mengkrasrinal sebagai Pranata Komputer Ahli Pratama Direktorat Bina Jaminan Produk Halal.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan cabang LP3H ini, sebanyak 370 calon Pendamping Proses Produk Halal (P3H) akan mengikuti pelatihan yang dijadwalkan pada tanggal 19 hingga 25 Mei 2026. Pelatihan ini akan dilaksanakan secara daring guna menjangkau peserta dari berbagai daerah secara efektif dan efisien.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Muslimat NU dalam mendukung ekosistem halal di Indonesia, khususnya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu memenuhi standar halal yang telah ditetapkan pemerintah. “Kehadiran LP3H PP Muslimat NU Cabang di tingkat wilayah diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi sekaligus memperluas jangkauan pendampingan secara masif” imbuh Syarifah Noor Direktur LP3H PP Muslimat NU, sekretaris PP Muslimat NU.
Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Muslimat NU terus menguatkan peran strategisnya dalam pembangunan ekonomi umat melalui gerakan dakwah berbasis pemberdayaan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen Muslimat NU dalam menyongsong Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Kontributor: @Azzah Zumrud Muallif







