Jakarta — Muslimat NU kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi strategis bersama BAZNAS RI dalam Program BAZNAS Microfinance Majelis Taklim (BMMT) Tahun 2026 yang resmi diluncurkan pada Kamis (30/4/2026) di Aula Lt.5 Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur, nampak hadir juga Koordinator Bidang pengembangan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Koperasi PP Muslimat NU Hj. Dilly Rosi Timadar.
Kegiatan launching berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan tilawah Al-Qur’an, laporan program, sambutan Ketua BAZNAS RI, peresmian program, penyerahan simbolis bantuan, doa bersama, hingga penutupan.
Program BMMT merupakan salah satu ikhtiar nyata dalam memperkuat akses pembiayaan mikro berbasis komunitas majelis taklim dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi kaum perempuan. Kehadiran program ini diharapkan menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga serta memperkuat peran majelis taklim tidak hanya sebagai ruang pengajian, tetapi juga pusat penguatan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Hingga saat ini, Program BMMT telah berjalan di 32 titik yang tersebar di 28 kabupaten/kota dengan total penyaluran mencapai sekitar Rp3,19 miliar dan memberikan manfaat kepada kurang lebih 1.139 penerima manfaat” imbuh Saidah Sakwan dalam pesan tertulisnya sebagai Wakil Ketua PP Muslimat NU, Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Koperasi PP Muslimat NU.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis realisasi Program Tahun 2025. Khusus untuk Muslimat NU hadir dan menerima simbolis Dr.Hj. Romlah Widayati,MA kolaborasi yang membidangi Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat di kepengurusan PP Muslimat NU, program telah terealisasi di 20 titik dengan total penyaluran sekitar Rp 2 miliar. Seluruh titik pelaksanaan dinyatakan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi anggota majelis taklim serta pelaku usaha mikro binaan.
Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Muslimat NU yang lead-nya teknis di Bidang Ekonomi PP Muslimat NU dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi umat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Selain Muslimat NU, program ini juga melibatkan berbagai organisasi perempuan lainnya seperti Aisyiyah dan Fatayat NU”, imbuh Hj. Patimasang atau mba Ima sebagai Sekretaris VII PP Muslimat NU dan tim inti program BMMT PP Muslimat NU yang berkolaborasi dengan BAZNAS RI.
Muslimat NU menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan sinergi yang terus dibangun bersama BAZNAS RI. Program ini diharapkan tidak hanya membantu penguatan usaha kecil anggota majelis taklim, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian, solidaritas, dan ketahanan ekonomi keluarga di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Untuk Tahun 2026, skema lanjutan Program BMMT masih dalam tahap pembahasan dan penyusunan. Beberapa aspek yang masih didiskusikan meliputi keterlibatan kembali mitra organisasi, jumlah titik program, serta besaran alokasi pendanaan ke depan. Muslimat NU berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan diperkuat sehingga semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat ekonomi, sekaligus memperluas gerakan pemberdayaan umat berbasis majelis taklim di berbagai daerah di Indonesia.







