Pengantar
Ibu Khofifah Indar Parawansa, selanjutnya disingkat Ibu KIP, adalah perempuan pertama yang menjabat Gubernur Jawa Timur (2019–2024), dan saat ini menjalani periode kedua (2025–2030). Perjalanan kariernya di bidang politik dan pemerintahan, khususnya sebagai Kepala Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, dipenuhi berbagai prestasi. Menurut data Profil Penghargaan Gubernur Jawa Timur selama tiga tahun (2019–2022) pada periode pertama, terdapat 156 prestasi yang diraih, antara lain:
- Penghargaan Tokoh Nasional Pengentasan Kemiskinan (2022)
- Penghargaan Sebagai Ibunya Anak Yatim dan Senantiasa Menghidupkan Shalawat (2022)
- Penghargaan Karya Bhakti Satpol PP (2022)
- Pemimpin Sangat Peduli Terhadap Anak Yatim Piatu dan Anak Miskin (2022)
- Tokoh Pemberdayaan (2021)
- Innovative Government Award (IGA) 2021 kategori Provinsi Terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri RI
- IDEA Award 2021 sebagai Pemimpin Inspirasi Perubahan
- Tokoh Pelopor UMKM Pesantren (2021)
- Governor of The Year 2021 oleh Metro TV
- Penghargaan USAID (2021)
- Innovative Government Award 2020
- Penghargaan MURI untuk Khotmil Qur’an Kubro Secara Daring Terbanyak (2020)
- Anugerah Kihajar 2019
- Pin Emas dari Kapolri (2019)
- Penghargaan Perempuan Satu Digit, diberikan karena dinilai mampu menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen melalui sejumlah programnya, diserahkan oleh Badan Musyawarah Antar-Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia
Pada tahun 2026, Ibu KIP kembali menorehkan berbagai prestasi sebagai Gubernur Jawa Timur, antara lain:
- Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025, diserahkan pada Januari 2026
- Grand Zakat Award 2026 (Kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik)
- Lifetime Achievement sebagai tokoh yang berdedikasi bagi pers profesional dan ekosistem media berkelanjutan
- Pimred Award 2026 (Kategori Gubernur Terbaik)
- The Education Transformative Leadership Award 2026
- The Best Woman Leader of The Year 2026
- PR INDONESIA Women Communication Leaders Awards (PRIWOLA) 2026 (Kategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi)
- Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 (Kategori Innovation for Public)
Prestasi dalam bentuk tanda kehormatan antara lain: Bintang Maha Putera (2020), Lencana Melati Gerakan Pramuka (2024), Lencana Darma Bakti, Satya Lencana Wira Karya (2023), Satyalancana Bhakti Praja Nugraha (2024), Lencana Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (2022), Kartika Pamong Praja Madya (2021), dan lainnya.
Di bawah kepemimpinan Ibu KIP, Pimpinan Pusat Muslimat NU juga meraih berbagai penghargaan yang tercatat di MURI, antara lain: Penyelenggaraan Pelatihan Paralegal Perempuan Terbanyak, Ormas dengan Anggota Profesor Perempuan Terbanyak yang bergabung dalam Asosiasi Profesor Muslimat NU (APMNU), dan Ormas APMNU dengan Bidang Keilmuan Terbanyak.
Dari berbagai capaian dalam mengemban amanah sebagai pemimpin pemerintahan maupun organisasi, muncul pertanyaan: apa yang menjadi faktor suksesnya kepemimpinan Ibu KIP?
Sepengetahuan penulis yang sangat terbatas, terdapat tiga kunci sukses yang telah menjadi tradisi atau kebiasaan dalam setiap kegiatan, yang penulis singkat dengan KIP: Kecintaan pada Nabi melalui Shalawat, Ibu Para Anak Yatim, dan Penghormatan pada Para Ulama.
Kecintaan pada Nabi melalui Shalawat
Setiap kegiatan yang dihadiri Ibu Gubernur Jawa Timur selalu diawali dengan pembacaan shalawat. Kehadiran Ibu KIP dalam berbagai acara disambut iringan qasidah yang melantunkan shalawat Nabi secara langsung, bukan rekaman atau video tayangan.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Ahzab ayat 56 yang berisi perintah agung tentang kedudukan Nabi Muhammad SAW dan anjuran bershalawat kepadanya.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
QS. al-Ahzab: 56
Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan keunikan ayat ini: Allah SWT menyatakan bahwa Dia dan para malaikat-Nya lebih dulu bershalawat sebelum memerintahkan orang-orang beriman mengikutinya, yang menggambarkan betapa agungnya cinta Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
“Sing akeh moco sholawate ben slamet,” demikian ajaran dan pesan orang tua penulis yang ditanamkan sejak kecil. Banyak keutamaan membaca shalawat, antara lain:
- Penghapusan kesalahan dan dosa
- Pemenuhan hajat dan harapan
- Penerangan lahir dan batin
- Keselamatan dari neraka
- Masuk ke dalam surga
- Mendapatkan rahmat dari Allah
- Mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW
Dengan harapan meraih keutamaan tersebut, Ibu KIP senantiasa mengajak dan mengumandangkan shalawat sebagai bentuk kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW.
Ibu Para Anak Yatim
Tradisi baik yang selalu dilakukan Ibu KIP adalah memberikan santunan kepada anak yatim. Dalam berbagai kesempatan, khususnya di bulan Ramadhan, Ibu KIP mengundang anak yatim. Sebagai contoh, dalam rangka Doa Bersama Akhir Tahun 1444 H, Gubernur Jawa Timur bersama Baznas Jatim memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Masjid Raya Islamic Centre Provinsi Jatim, Surabaya. Doa bersama dan santunan ini merupakan ungkapan syukur atas segala nikmat serta permohonan limpahan keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat dan Pemprov Jatim.
Kegiatan serupa sering dilakukan, misalnya pada pembukaan Kongres Muslimat NU ke-XVIII, ketika santunan diberikan kepada 1.000 anak yatim di Jatim Expo, ditambah santunan kepada 200 anak yatim sehari sebelumnya karena acara pembukaan dimajukan sehari dari jadwal semula.
Keutamaan menyayangi anak yatim dijelaskan dalam hadits Nabi, riwayat ath-Thabrani dari Abu Darda’:
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: «أَتَى النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – رَجُلٌ يَشْكُو قَسْوَةَ قَلْبِهِ، قَالَ: “أَتُحِبُّ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ وَتُدْرَكَ حَاجَتُكَ؟ ارْحَمِ الْيَتِيمَ، وَامْسَحْ رَأْسَهُ، وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ، يَلِنْ قَلْبُكَ وَتُدْرِكْ حَاجَتَكَ». رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ وَفِي إِسْنَادِهِ مَنْ لَمْ يُسَمَّ، وَبَقِيَّةُ: مُدَلِّسٌ
Diriwayatkan dari Abu Darda’, ia berkata: seorang laki-laki menghadap Rasulullah mengeluhkan kekerasan hatinya, lalu Rasulullah berpesan: “Apakah kamu ingin hatimu lembut dan hajatmu terkabul? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, berilah ia makan dari makananmu, maka hatimu akan lembut dan hajatmu akan terkabul.”
HR. ath-Thabrani; sanadnya ada yang tidak disebutkan namanya dan sebagian perawinya mudallis.
Ada dua hal penting dari hadits tersebut bagi mereka yang gemar menyantuni anak yatim: hati akan menjadi lembut dan hajat akan terkabul. Anak yatim yang disantuni akan merasa bahagia, hatinya melembut, dan apa yang diinginkan tercapai, hajat dan doanya terkabul.
Santunan anak yatim telah menjadi tradisi sebelum memulai setiap kegiatan, sehingga Ibu KIP dijuluki Ibu bagi Anak Yatim. Dengan demikian, membaca shalawat Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim merupakan satu paket kegiatan yang dilaksanakan saat Ibu KIP hadir dalam berbagai acara.
Penghormatan pada Para Ulama
Banyak ulama, baik dari dalam maupun luar negeri, begitu dekat dengan Ibu KIP. Sebagai contoh, Kongres Muslimat NU ke-XVIII di Surabaya dihadiri sejumlah ulama mancanegara, di antaranya Syaikh Afifuddin al-Jilany dari Baghdad. Para ulama yang diundang Ibu KIP dilayani dengan penghormatan dan kemuliaan, karena ulama adalah pewaris para Nabi. Di antara keutamaan menghormati ulama:
- Mendapatkan keberkahan ilmu. Menghormati guru atau ulama membuka pintu keberkahan dalam ilmu yang dipelajari sehingga bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
- Memperoleh ridha dan doa yang mustajab. Sikap tawadhu dan penghormatan kepada orang berilmu membuat mereka mendoakan kebaikan bagi murid atau umatnya.
- Diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Allah menjanjikan pengangkatan derajat bagi orang-orang yang beriman dan dikaruniai ilmu pengetahuan (QS. al-Mujadilah: 11).
- Melestarikan sanad dan tradisi keilmuan Islam. Menjaga hubungan baik dengan ulama memastikan estafet pemahaman agama yang lurus dari generasi ke generasi.
- Wujud cinta kepada Rasulullah SAW. Memuliakan pewaris nabi sama halnya dengan menghormati risalah yang dibawa Rasulullah SAW.
- Menjaga keselamatan hati dan agama. Mencela atau merendahkan ulama berisiko mematikan hati dan menghilangkan keberkahan ilmu di tengah masyarakat.
Ilmu yang berkah, derajat yang diangkat, ridha, keselamatan hati dan agama, serta doa yang mustajab adalah sebagian dari yang diperoleh ketika kita menghormati dan memuliakan ulama, dan hal tersebut telah dijalankan Ibu KIP dalam berbagai kesempatan.
Penutup
Ketiga kebiasaan baik tersebut dilaksanakan Ibu KIP secara konsisten dan istiqamah. Semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa terlimpah kepada Ibu Gubernur yang sekaligus menjabat Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU. Semoga kebiasaan tersebut menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat luas.
Ciputat, 2 November 2026
Al-faqir,
Sururin


