Apa yang dimaksud dengan meluruskan dan membenarkan kefakiran dan rasa butuh itu ? Maknanya adalah menguatkan keduanya dalam dirimu,hingga sampai pada tingkat rasa yang kuat dalam seluruh waktu dan keadaan. Jika belum bisa, anda harus meyakini bahwa dua sifat tersebut akan selalu ada dalam eksistensi anda, karena secara esensial sifat fakir dan butuh itu selalu ada padamu.
Menurut Syeikh Zarruq hal ini harus diwujudkan dengan :
- Mengukur bahwa diri anda sesungguhnya tiada.
- Mewujudkan hal itu secara rinci dalam kondisi anda.
- Bahsa dalam gerak atau diam, tetap saja ketiadaan anda menjadi bukti.
- Selebihnya siapa yang benar kefakirannya maka ia berhak mengedepankan sedekah dari Allah Azza wa-Jalla berupa anugerah-anugerahNya.
Syeikh Abul Hasan asy-Sayadzily ra, mengatakan, “Cara membenarkan kehambaan kita adalah melazimkan kefakiran, ketakberdayaan, hina dina dan rasa lemah, hanya bagi Allah Ta’ala. Dan sebaliknya adalah Sifat Ketuhanan dan anda tidak berhak memakainya. Karena itu tetaplah berpijak pada sifat kehambaan anda dan bergantung pada sifat KetuhananNya.
Sumber :
Majalah Cahaya Sufi. 2013. Edisi 85.







