• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home BINCANG TOLERANSI

Mengamalkan Agama Secara Adil Dan Berimbang

Sebagai umat Islam yang harus mengedepankan amar makruf nahi mungkar, tentu harus memiliki jalan keluar baik dalam sikap maupun pilihan di antara pendapat-pendapat yang beragam.

29 Desember 2022
in BINCANG TOLERANSI
0
Mengamalkan Agama Secara Adil Dan Berimbang
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

muslimatnu.or. id. Bagaimana beragama di tengah maraknya pemahaman agama yang ekstrem, akhir-akhir ini. Sebagai umat Islam yang harus mengedepankan amar makruf nahi mungkar, tentu harus memiliki jalan keluar baik dalam sikap maupun pilihan di antara pendapat-pendapat yang beragam.

Salah satu jalan adalah dengan memilih sikap moderat dalam beragama. Orang moderat harus berada di tengah, berdiri di antara kedua kutub ekstrem itu. Ia tidak berlebihan dalam beragama, tapi juga tidak menyepelekan agama. Dia tidak ekstrem mengagungkan teks-teks keagamaan hingga tidak menghiraukan akal atau nalar, juga tidak berlebihan mendewakan akal sehingga mengabaikan teks. Pendek kata, moderasi beragama bertujuan untuk menengahi serta mengajak kedua kutub ekstrem dalam beragama untuk bergerak ke tengah, kembali pada esensi ajaran agama, yaitu memanusiakan manusia.

RelatedPosts

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Apa sesungguhnya moderasi beragama itu. Berikut penjelasan terkait moderasi beragama yang diambil dari buku Tanya Jawab Moderasi Beragama terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.

Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, karena agama dalam dirinya sudah mengandung prinsip moderasi, yaitu keadilan dan keseimbangan. Bukan agama jika ia mengajarkan perusakan di muka bumi, kezaliman, dan angkara murka. Agama tidak perlu dimoderasi lagi.

Namun, cara seseorang beragama harus selalu didorong ke jalan tengah, harus senantiasa dimoderasi, karena seseorang bisa berubah menjadi ekstrem, tidak adil, bahkan berlebih-lebihan dalam memahami dan mempraktikkan ajaran agama.

Kodratnya, manusia adalah makhluk dengan keterbatasan pengetahuan dalam memahami semua esensi kebenaran Pengetahuan Tuhan yang luas dan dalam, bak samudra. Keterbatasan ini yang mengakibatkan munculnya keragaman tafsir ketika manusia mencoba memahami teks ajaran agama. Kebenaran satu tafsir buatan manusia pun menjadi relatif, karena kebenaran Hakiki hanya milik-Nya.

Karenanya, kewajiban setiap umat beragama adalah meyakini tafsir kebenaran yang dianutnya, seraya tetap memberikan ruang tafsir kebenaran yang diyakini oleh orang lain. Memang, dalam praktiknya, sebagai manusia dengan pengetahuan terbatas, seseorang sangat mungkin terperosok dalam bentuk pemahaman yang ekstrem dan berlebih-lebihan saat mempelajari ajaran agama. Kini, berkat bantuan teknologi komunikasi, ajaran agama yang berlebih-lebihan itu pun kian mudah tersebar luas, dan lalu berdampak pada rusaknya tatanan sosial kehidupan bersama. Karenanya, moderasi beragama tepat menjadi obat penawar bagi munculnya ekstremitas dalam cara pikir, cara beribadah, cara bermuamalah, yaitu dalam berinteraksi sebagai sesame mahluk sosial.

Moderasi beragama berarti cara beragama jalan tengah sesuai pengertian moderasi tadi. Dengan moderasi beragama, seseorang tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan saat menjalani ajaran agamanya. Orang yang mempraktekkannya disebut moderat.
***

Tags: agamaamar makruf nahi munkarmoderasi beragama

Related Posts

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI
BERITA

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI

PIDATO RESMI KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU PADA PERINGATAN HUT MNU KE-77 TAHUN 2023
BERITA

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam
BERITA

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Next Post

Perbedaan Melahirkan Semangat Ukhuwah Islamiyah,Wathoniyah dan Ukhuwah Basyariyah 

Beda Antara Terorisme Dan Jihad

Upaya Mencegah Radikalisme

PP Muslimat NU, kawal Moderasi Beragama Untuk Ustadzah dan Bu Nyai

Komitmen Bersama Menjaga dan Merawat Kesatuan dan Persatuan Bangsa

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2025-2030

© 2025 MuslimatNU.or.id