Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) Pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan kesiapan ibadah haji bagi jamaah, khususnya ibu-ibu Muslimat NU, dengan menyelenggarakan Webinar Series secara nasional bertema “Sosialisasi DAM, Skema Murur dan Tanazul dalam Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tingkat Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, serta ratusan partisipan zoom masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap penyelenggaraan ibadah haji, nampak hadir online juga peserta Muslimat NU dari Arab Saudi, Malaysia, Thailand dan Inggris.
Acara diawali dengan riyadhoh khusus khas YHM NU, ijazah dari Ibu Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Binti KH. Abdul Wahab Chasbullah Jombang berupa membaca QS.Waqi’ah dan Ratibul Hadad dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kelancaran, dan kemabruran seluruh jamaah haji, baik secara umum maupun secara khusus bagi jamaah haji Indonesia, “terlebih bagi jama’ah ibu-ibu Muslimat NU yang akan menunaikan ibadah haji, doa-doa dipanjatkan bersama juga untuk kelancaran tugas-tugas Petugas Haji yang berasal dari Muslimat NU, YHM NU Pusat menghimbau YHM NU Wilayah dan Cabang untuk riyadhoh juga, kami menegaskan bahwa aspek spiritual menjadi fondasi utama dalam setiap ikhtiar pelayanan haji.” imbuh Hj. Azzah Ketua YHM NU Pusat.
Nampak suasana khidmat dan penuh harap menyelimuti pembukaan kegiatan dan riyadhoh khusus dipimpin Ustazah Hj. Maryam MAsyhud,MA Ketua-I YHM NU Pusat.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Direktorat Jenderal Kementerian Haji RI KH.Dr. Puji Raharjo yang memberikan pemaparan komprehensif terkait kebijakan dan teknis pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang DAM (denda dalam ibadah haji), serta skema murur dan tanazul yang menjadi bagian penting dalam manajemen pergerakan jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). “Penjelasan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada jamaah, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan tertib, sah, dan sesuai ketentuan syariat.” imbuh moderator acara Hj. Mimin Austiana Ketua-II YHM NU Pusat.
Selain itu, Bapak Afif dari Kementerian Haji RI turut memberikan penjelasan teknis dan praktis terkait implementasi kebijakan tersebut di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar pelaksanaan haji.
Tidak hanya berfokus pada aspek manasik, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sharing session mengenai program-program YHM NU Pusat. Dalam sesi ini, disampaikan berbagai inisiatif strategis YHM NU dalam mendampingi jamaah haji, mulai dari edukasi, pembinaan, hingga penguatan layanan berbasis kebutuhan jamaah Muslimat NU.” Hal ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan haji yang ramah, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan keterpihakan pada jama’ah haji prempuan dan lansia serta jama’ah berkebutuhan khusus”. imbuh Sekretaris YHM NU Hj. Yayah Ruchyati yang mengawal sesi ini.
Melalui kegiatan webinar ini, YHM NU Pusat berharap dapat memperkuat pemahaman jamaah sekaligus membangun kesiapan mental, spiritual, dan teknis dalam menjalankan ibadah haji. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata YHM NU melek IT dan optimalisasi digital Muslimat NU dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada seluruh lapisan anggota di berbagai daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan khidmah, Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) Pusat terus berkomitmen untuk hadir dalam setiap proses penguatan umat, termasuk dalam mendampingi perjalanan suci menuju Baitullah. Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dan meraih haji yang mabrur.




