Semarang, Senin 10 April 2026 — Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terus menguatkan konsolidasi organisasi melalui kegiatan Sosialisasi Hasil Keputusan Kongres XVIII dan Pedoman Organisasi dan Administrasi Muslimat NU (POAM) yang diikuti oleh jajaran Pengurus Cabang Muslimat NU se-Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh keputusan penting hasil Kongres XVIII Muslimat NU dapat dipahami, diimplementasikan, dan dijalankan secara terarah oleh seluruh struktur organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Sekretaris Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Siti Aniroh Slamet Effendi dalam arahannya menegaskan bahwa hasil Kongres XVIII bukan sekadar dokumen organisasi, tetapi merupakan pedoman gerak yang harus diterjemahkan dalam program nyata yang berdampak bagi umat.
“Muslimat NU harus bergerak dengan satu arah, satu komando, dan satu visi. Hasil Kongres XVIII adalah pijakan kita untuk memperkuat khidmah, meningkatkan kemandirian organisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun Ketua Periodik PP Muslimat NU Zahrotun Nihayah menyatakan dalam sambutannya organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh semangat dan kebersamaan, tetapi juga oleh tata kelola yang tertib, aturan yang jelas, dan administrasi yang rapi. PD/PRT merupakan dasar dan arah gerak organisasi, sementara pedoman administrasi dan rumah tangga menjadi panduan teknis dalam menjalankan roda organisasi sehari-hari.
Tanpa pemahaman yang baik terhadap hal-hal tersebut, organisasi akan berjalan tanpa arah yang pasti. Sebaliknya, dengan memahami dan melaksanakan PD/PRT secara konsisten, kita akan mampu menjalankan program kerja dengan terarah dan terukur, meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas organisasi, memperkuat soliditas dan kedisiplinan pengurus, dan menjaga marwah dan kredibilitas Muslimat NU di tengah masyarakat, “Muslimat NU bukan sekadar organisasi, tetapi juga wadah pengabdian dan perjuangan kaum perempuan Nahdlatul Ulama dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Oleh karena itu, setiap langkah kita harus berlandaskan aturan organisasi yang telah disepakati bersama”. imbuh guru besar UIN Jakarta ini.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh pengurus memahami secara utuh isi PD/PRT, mampu mengimplementasikan pedoman administrasi dengan tertib, menjalankan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel dan menjadikan organisasi lebih profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keikhlasan dan kebersamaan. “Kita ingin Muslimat NU tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga kuat dalam sistem dan tata kelola. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai upaya memperbaiki diri dan organisasi. Tertib administrasi bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari amanah yang harus kita jaga” imbuhnya.
Sebagaimana kaidah yang sering kita dengar “Al-nizhamu asasun li al-najah”, keteraturan adalah kunci keberhasilan’ imbuhnya mengakhiri sambutan.
Selanjutnya selaku narasumber Wakil Ketua Bidang Organisasi PP Muslimat NU Tuty Nurbaity, memberikan materi sosialisasi hasil keputusan kongres XVIII dan POAM menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. POAM diharapkan menjadi rujukan utama dalam pengelolaan administrasi, penguatan kelembagaan, serta penataan sistem kerja organisasi yang lebih modern dan adaptif.
Dalam sesi pemaparan, para peserta mendapatkan penjelasan mendalam terkait substansi hasil kongres, arah kebijakan organisasi ke depan, serta teknis implementasi POAM dalam kegiatan sehari-hari. Diskusi interaktif juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan tantangan di masing-masing wilayah, pertanyaan dan forum sangat hidup dengan fariasi pertanyaan-pertanyaan dan konfirmasi dari para pengurus grassroot di keluarga besar Muslimat NU.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi nasional yang dititikberatkan di PW Muslimat NU Jawa Tengah dengan kemasan besar Halal Bihalal dan rangkaian Harlah Muslimat NU ke80, hal ini bagian dari ihtiar untuk menyatukan langkah seluruh kader Muslimat NU dalam menghadapi dinamika zaman, termasuk penguatan dakwah sosial, pemberdayaan ekonomi, serta transformasi digital organisasi.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran pengurus Muslimat NU semakin solid, tertib administrasi, serta mampu menjalankan roda organisasi secara efektif dan berkelanjutan.
Muslimat NU berkomitmen untuk terus merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban melalui kerja-kerja nyata yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah annahdliyyah.
(By: @Azzah Zumrud Muallif)





