Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) resmi dibuka pada pukul 20.00 WIB dengan sambutan Ketua APMNU, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis. Dalam sambutannya, Prof. Amany menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para pengurus serta antusiasme tinggi para profesor Muslimat NU dari berbagai daerah.
Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 60 pengurus aktif terlibat dalam struktur organisasi APMNU. Selain itu, sebanyak 156 profesor Muslimat NU telah terdata melalui formulir daring dan akan dilibatkan secara bertahap dalam berbagai program strategis. Pendataan ini menjadi fondasi penting bagi penguatan jejaring, kolaborasi keilmuan, dan pengembangan kapasitas organisasi.
Prof. Amany menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya merupakan tanggung jawab kolektif. Berbekal pengalaman panjang di dunia akademik, termasuk sebagai Rektor UIN dengan puluhan ribu mahasiswa dan dosen, ia optimistis APMNU dapat tumbuh sebagai organisasi profesi yang solid, inklusif, dan berdaya saing. Keterlibatannya di Muslimat NU selama bertahun-tahun dipandang sebagai proses pembelajaran yang memperkuat ketangguhan dan komitmen perjuangan.
Rakornas APMNU juga menjadi momentum refleksi atas lahirnya asosiasi ini, yang berawal dari Mukernas Muslimat NU di Samarinda. Gagasan pembentukan APMNU muncul dari Ketua Umum PP Muslimat NU, Ibu Khofifah Indar Parawansa, ketika mencermati besarnya potensi profesor perempuan Muslimat NU pada momentum tersebut semakin memperkuat legitimasi moral pembentukan APMNU.
Melalui Rakornas ini, APMNU meneguhkan perannya sebagai wadah pengembangan keilmuan berbasis nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah, dengan orientasi pada pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat, serta jejaring nasional dan internasional. Ke depan, APMNU juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan melalui pengembangan wakaf produktif sebagai penopang keberlanjutan program dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.







