Banten, Peringatan Tasyakur Harlah ke-80 dan Halal Bihalal road show PP Muslimat NU setelah di NTB, Semarang, Jogja, Bali, berlanjut di Banten yang digelar pada Sabtu 25 April 2026 di pusatkan di titik lokasi PP Bai Mahdi Sholeh Ma’mun Serang Banten, berlangsung khidmat, semarak, dan sarat makna. Rangkaian acara disusun secara sistematis sejak pagi hingga sore hari, memadukan nilai spiritual, sosial, kebangsaan, hingga penguatan kelembagaan organisasi.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang diiringi lantunan istighotsah dan hadroh, menciptakan suasana religius yang meneduhkan. Momentum spiritual ini menjadi pembuka yang memperkuat niat bersama dalam merayakan perjalanan panjang Muslimat NU selama delapan dekade, merupakan putaran kesekian kalinya Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU yang dipusatkan di berbagai titik dan Wilayah, kegiatan temu akbar menjadi momentum yang memberikan tonggak sejarah penting di perjalanan panjang Muslimat NU.
Kepedulian sosial turut menjadi bagian penting setiap peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di berbagai wilayah ini melalui pemberian santunan kepada 20 anak yatim. Aksi ini menegaskan komitmen Muslimat NU dalam menebar kasih sayang dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang diiringi Shalawat Badar, serta menyanyikan lagu kebangsaan dan mars Muslimat NU dan Yalal Wathan, yang semakin meneguhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama.
Ketua PW Muslimat NU Banten, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga tradisi, memperkuat kemandirian organisasi, serta meningkatkan peran perempuan dalam membangun peradaban yang meneduhkan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelantikan Pengurus Ikatan Haji Muslimat NU (IHM) Pusat yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan dan pembinaan jamaah haji dengan konsentrasi pembinaan pasca kepulangan dari tanah suci untuk menjaga kemabruran, IHM kolaborasi dengan YHM (Yayasan Haji Muslimat NU), IHM dikompoisisikan sebagai lembaga tidak berbadan hukum yang akan sangat menopang dalam menjalankan program-program yang akan dicanangkan dan konsentrasi program bersinergi dengan YHM NU (Yayasan Haji Muslimat NU ). Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) sebagai lembaga resmi berbadan hukum dan konsentrasi pada program persiapan, pembinaan pra- pemberangkatan jama’ah Haji dan Umroh, IHM dan YHM menjadi varian layanan untuk jamaah Haji dan Umroh di lingkungan warga Muslimat NU. “Semoga yang belum ke haromain segera bisa berangkat ziarah ke Makkah Madinah” imbuh Khofifah dalam arahannya yang disambut gemuruh dan mengaminkan dari 3 ribu lebih jama’ah yang hadir. Kehadiran Wakil Gubernur Banten, turut memberikan dukungan terhadap kiprah Muslimat NU di daerah.

Momentum yang sangat penting dan menjadi sorotan adalah pembacaan surat resmi Muslimat NU berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), yang berisi himbauan untuk menghentikan perang serta mewujudkan perdamaian dunia. Seruan ini menegaskan posisi Muslimat NU sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang sosial-keagamaan, tetapi juga aktif menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global internasional. Naskah perdamaian dengan 9 (sembilan) hal penting pesan perdamaian global yang sangat krusial pernyataan dan dokumen resmi diserahkan mewakili ribuan jama’ah yang hadir atas nama keluarga besar dan anggota jama’ah Muslimat NU seantero Nusantara, diterima Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi untuk diterus dan tindak lanjut dikirim ke Seretaris Jendral PBB António Guterres.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman antara PP Muslimat NU dengan BRI sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Muslimat NU dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Puncak acara diisi dengan Pidato Harlah ke-80 oleh Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., yang memberikan refleksi perjalanan panjang Muslimat NU sekaligus arah strategis ke depan dalam merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban.
Rangkaian acara pagi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua PW NU Banten, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional dan hymne Muslimat NU, serta sesi foto bersama.
Memasuki sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi produk perbankan syariah dari BSI. Agenda kemudian berlanjut pada sosialisasi hasil keputusan Kongres XVIII Muslimat NU dan Pedoman Organisasi dan Administrasi (POAM), yang menjadi panduan strategis dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi oleh tim Bidang Organisasi PP Muslimat NU, sesi tanya jawab interaktif, hingga penutup yang memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan hasil-hasil keputusan organisasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian akbar kegiatan ini, Muslimat NU kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap dinamika zaman serta aktif dalam membangun peradaban yang damai, inklusif, dan berkeadilan, sesuai tema Harlah ke-80 Muslimat NU.
By @Azzah Zumrud Muallif




