Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menerima laporan kegiatan Forum Komunikasi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta pada Ahad, 17 April 2026 di Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Kota Yogyakarta. Kegiatan rutin tiga bulanan tersebut mempertemukan jajaran pimpinan wilayah dengan seluruh pimpinan cabang Muslimat NU se-DIY dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi dan evaluasi program kerja.
Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Bertumbuh dalam Organisasi, Berdampak bagi Peradaban”, forum komunikasi kali ini menjadi kelanjutan dari semangat Harlah ke-80 Muslimat NU yang mengangkat tema besar “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.”
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pimpinan Cabang Muslimat NU di wilayah DIY, yakni PC Muslimat NU Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Ketua PW Muslimat NU DIY, Hj. Fatma Amilia dalam sambutannya menegaskan bahwa Forum Komunikasi bukan sekadar forum koordinasi, melainkan ruang muhasabah organisasi bagi pimpinan wilayah maupun cabang.
“Forkom menjadi bagian penting dalam membiasakan diri menyiapkan pertanggungjawaban organisasi menuju forum yang lebih besar seperti konferensi di berbagai tingkatan. Dengan demikian, Muslimat NU diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang matang, kuat, tetap berakar pada tradisi Aswaja, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peradaban,” ujarnya.
Forum komunikasi tersebut merupakan pelaksanaan keenam sejak pertama kali digelar pada Juli 2024. Selama forum berlangsung, masing-masing pimpinan cabang menyampaikan laporan perkembangan organisasi dan perangkat-perangkat kelembagaan di daerahnya. Dari laporan tersebut diketahui bahwa sebagian besar cabang telah memiliki perangkat organisasi yang aktif berkegiatan, meskipun masih terdapat beberapa perangkat yang belum memiliki Surat Keputusan (SK).
Selain evaluasi kelembagaan, forum juga membahas berbagai persoalan strategis organisasi, di antaranya hasil sosialisasi POAM dan PD/PRT, pengadaan Kartamus yang masih menghadapi kendala teknis, hingga pembahasan mengenai standar seragam harian Muslimat NU yang dinilai belum seragam secara nasional. Bahkan, peserta forum juga menyoroti warna seragam olahraga yang dinilai belum mencerminkan identitas khas Muslimat NU.
Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan sosialisasi program Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) yang disampaikan oleh Dr. Nurjanah atau yang akrab disapa Mbak Janet. Ia mengajak seluruh Pimpinan Cabang Muslimat NU untuk menyiapkan sedikitnya lima pendamping halal guna mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai bagian dari dukungan terhadap program percepatan sertifikasi halal nasional.
Melalui forum komunikasi yang rutin dilaksanakan ini, PW Muslimat NU DIY berharap tercipta sinergi organisasi yang semakin kuat, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap menjaga akar tradisi ke-NU-an sebagai landasan perjuangan dan pengabdian kepada umat.
@A-Zhoem




