Jakarta, 9–10 September 2025 – Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch-2. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (9–10/9), bertempat di Swiss-Belhotel Kalibata, Jakarta.




Program ini dilaksanakan oleh LP3H Lembaga di PP Muslimat NU dengan dukungan tim pelaksana dari Bidang Ekonomi, Kewirausahaan, dan Koperasi PP Muslimat NU. Pelatihan diikuti para kader Muslimat NU dari berbagai daerah se-Jabodetabek dan menggandeng utusan dari PMII,IPPNU dan mahasiswa STIKES, yang diproyeksikan akan menjadi pendamping dalam proses sertifikasi halal produk UMKM, dilingkungan masing-masing.
Dalam sambutan pembukaan Hj.Tuty Nurbaiti, Wakil Ketua PP Muslimat NU ,Ketua Periodik PP Muslimat NU menegaskan pentingnya sinergi antara Muslimat NU dengan berbagai pihak strategis, termasuk Bank Indonesia, dalam memperkuat peran Muslimat NU di bidang ekonomi umat.
“Muslimat NU tidak hanya berperan dalam bidang dakwah dan sosial, tetapi juga hadir untuk memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya melalui pendampingan produk halal. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal para ibu-ibu yang terpilih dan dipilih untuk mendampingi pelaku usaha, agar sertifikasi halal bisa lebih mudah, cepat, dan merata,” ujarnya.
Dalam kesempatan baik tersebut disampaikan juga materi Ke-Muslimatan untuk menjaga kekhasan dan penguatan dalil-dalil naqli Al-qur’an dan Hadis dan motivasi untuk konsent menjadi pendamping Proses Produk Halal (P3H) di Muslimat NU, narasumber Ibu Dra.Hj.Slamet SEY.
Selajutnya Direktur LP3H PP Muslimat NU, Sekretaris PP Muslimat NU Hj. Syarifah Noor, SE, dalam sambutan dan materinya menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen para pendamping halal setelah mengikuti bimtek ini.
“Para peserta yang hadir di sini adalah calon garda terdepan pendamping produk halal di lingkungan Muslimat NU. Kami berharap setelah kembali ke tempat tinggal masing-masing, ibu-ibu bisa langsung bergerak mendampingi UMKM agar semakin banyak produk bersertifikat halal. Ini bukan hanya tugas administratif, tapi bagian dari ibadah kita, memastikan umat terjamin kehalalan konsumsi dan usahanya,” ungkap Hj. Syarifah Noor, SE.
Pihak Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya pelatihan ini, mengingat sertifikasi halal merupakan bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia, baik di dalam negeri maupun di pasar global.
Bimtek ini meliputi materi kebijakan sertifikasi halal, tata cara pengajuan, standar pendampingan, serta simulasi praktik pendampingan di lapangan. Para peserta juga mendapatkan pembekalan motivasi kewirausahaan dan strategi pengembangan produk halal berbasis UMKM. “Kita siapkan 500 sampai 1000 kuota untuk program ini” imbuh Hj. Saidah Sakwan,MA Wakil Ketua PP Muslimat NU, Ketua Bidang Ekonomi, Kewirausahaan dan Koperasi PP Muslimat NU ini dengan optimis.

Acara berlangsung dengan lancar dan interaktif, disertai sesi diskusi mendalam antara peserta dan narasumber. Pada penutupan, para peserta menyampaikan komitmen untuk RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang sudah disepakati untuk ditindak lanjuti untuk segera terjun mendampingi pelaku UMKM di daerah masing-masing, sekaligus menguatkan peran Muslimat NU dalam pemberdayaan ekonomi umat.
@Azzah Zumrud Muallif






