MuslimatNU.or.id. Untuk mengatasai masalah sampah Pimpinan Pusat Muslimat NU melakukan sosialisasi pilah dan olah sampah. Diharapkan kegiatan tersebut disdamping untuk menjaga kebersihan lingkungan juga meningkatkan pendapatan bagi para ibu rumah tangga. Program tersebut diinisiasi Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU bekerja sama dengan Paguyuban Bang Sampah Kecamatan Pamulang.
“Salah satu yang bisa mendatangkan pendapatan, adalah melalui bank sampah. Bank sampah dapat mengajak anggotanya untuk memilah sampah berdasarkan kesepakatan. Bank sampah dapat mengolah sampah organik untuk produksi pupuk kompos, cair atau padat, dan/atau menjadi pengumpul sampah non-organik yang terpilah, misalnya berdasarkan jenis material: plastik, kertas, metal, kaca, dan lain-lain,” ungkap Hj. Ariza Agustina, Ketua Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU.
Menurutnya sampah plastik seperti botol dan kemasan plastik, sampah metal seperti minuman atau makanan kaleng, sampah kaca seperti botol kaca, gelas kaca, toples, hingga sampah kertas semuanya dapat diolah menjadi produk baru. “Sampah kaca dapat dihancurkan dan dilebur sebagai bahan baku produk baru. Sampah plastik maupun sampah besi dapat dilelehkan dan menjadi bahan dasar produk baru. Sampah kertas dapat dihancurkan dan dibuat bubur kertas sebagai bahan dasar produk baru. Ini yang mendatangkan pendapatan,”jelasnya.
Dijelaskan oleh Ariza bahwa permasalahan sampah di Indonesia dituding sebagai biang keladi kerusakan lingkungan dan mendapat perhatian dari banyak pihak. Sampah telah menjadi masalah utama di mota- kota besar dimana banyak aktivitas di luar rumah seperti makanan dalam kemasan plastik.
Daa yang ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan rata-rata ada 2 kg sampah per-orang/per-hari. Jika dihitung sekitar 500 ribu ton sampah dibuang oleh seluruh penduduk dalam sehari. “Sampah tersebut umumnya sampah plastik. Plastik merupakan jenis sampah yang sangat sulit terurai. Dibutuhkan waktu sekitar seratus tahun untuk plastik agar dapat terurai sempurna oleh alam. Bisa dibayangkan seperti apa kerusakan bila sampah plastik tidak diolah dengan baik,” tandasnya
Disebutkan pada tahun 2025 mendatang, timbunan sampah diprediksi KLHK akan meningkat hingga 71 juta ton, dari saat ini mencapai 67 juta ton sampah. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam pengurangan sampah, termasuk memilah dan mengolah sampah yang sulit diurai untuk dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat dan berharga. “Pemerintah menargetkan penanganan sampah hingga 70 persen atau 50 juta ton, dan berharap akan ada penurunan sampah sebesar 30 persen atau sekitar 21 ton. Target Pengurangan dan Penanganan Sampah Nasional ini tertuang dalam Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” paparnya.
Azrinya mengatakan bahwa target tersebut diharapkan dari penurunan sampah per-orang, penurunan jumlah timbunan sampah di sumber dan penurunan jumlah sampah terbuang ke lingkungan.
Acara yang belangsung tanggal 24 desember 2019 ini bertemat di Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe. Acara ini dihadiri juga oleh anggota bidang tenaga kerja PP Muslimat NU Hj. Azzah Zumrud.






