Jakarta, 4 September 2026 — Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terus memperkuat langkah strategis dalam membangun ekosistem halal yang semakin luas dan berdampak bagi masyarakat. Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch-6, LP3H PP Muslimat NU kembali menggelar Pertemuan Pasca Bimtek Batch-6 sebagai forum konsolidasi, evaluasi, penguatan kompetensi, sekaligus memastikan para peserta tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi segera bergerak memberikan layanan pendampingan kepada pelaku usaha.
Pertemuan pasca-Bimtek ini menjadi bagian penting dari strategi LP3H PP Muslimat NU untuk membangun rantai pembinaan P3H yang berkelanjutan. Para peserta yang telah mendapatkan pembekalan diarahkan untuk memahami bahwa predikat sebagai Pendamping Proses Produk Halal bukan sekadar capaian administratif, melainkan amanah untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya mendampingi pelaku usaha mikro dan kecil dalam memenuhi ketentuan jaminan produk halal.

Dalam sambutannya, Direktur LP3H PP Muslimat NU, Hj. Syarifah Noor, SE, menegaskan pentingnya kesinambungan antara proses pembelajaran dengan praktik pengabdian di lapangan. Bimtek, menurutnya, harus menjadi pintu masuk bagi lahirnya gerakan pendamping halal yang nyata, terukur, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pesan tersebut sekaligus mempertegas arah LP3H PP Muslimat NU bahwa P3H harus bergerak dari “belajar” menuju “melayani”. “Kompetensi yang telah diperoleh selama Bimtek harus diterjemahkan menjadi pendampingan yang profesional, sabar, teliti, amanah, dan mudah diakses oleh pelaku UMKM”, P3H LP3H PP MUslimat NU juga konsisten mengawal WHO 2026″ imbuh Sekretaris PP Muslimat NU ini.


Menguatkan Konsolidasi, Bukan Berhenti Setelah Bimtek
Pertemuan pasca-Bimtek juga menjadi ruang untuk mengevaluasi pengalaman peserta selama mengikuti rangkaian pembelajaran, mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun substantif, serta menyamakan persepsi mengenai langkah-langkah pendampingan setelah Bimtek.
LP3H PP Muslimat NU memberikan penguatan agar para P3H membangun komunikasi dan jejaring secara aktif, baik dengan sesama pendamping, pengurus Muslimat NU di berbagai tingkatan, majelis taklim, pesantren, komunitas UMKM maupun berbagai mitra strategis.
Pengalaman LP3H PP Muslimat NU pada kegiatan sebelumnya menunjukkan bahwa forum pasca-pelatihan juga efektif untuk memperkuat kemampuan teknis pendamping, termasuk dalam penggunaan sistem digital dan proses pendampingan sertifikasi halal.
P3H Muslimat NU Disiapkan Menjadi Penggerak Gerakan Halal
LP3H PP Muslimat NU juga terus mendorong agar para P3H tidak hanya memahami regulasi dan prosedur, tetapi memiliki semangat khidmah. Pendamping halal diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebijakan jaminan produk halal dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Semangat tersebut menjadi semakin strategis menjelang implementasi Wajib Halal Oktober 2026 (WHO) per- 17 oktober 2026. LP3H PP Muslimat NU menempatkan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, terutama UMKM yang membutuhkan dukungan agar dapat memahami sekaligus memenuhi kewajiban sertifikasi halal.


Gerakan ini sejalan dengan komitmen Muslimat NU untuk tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah dan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui ekosistem produk halal. Dalam kegiatan Bimtek sebelumnya, peran pendamping juga ditekankan sebagai bagian dari dakwah bil hal—menghadirkan kemanfaatan secara nyata bagi masyarakat.
Dari P3H untuk UMKM, dari UMKM untuk Ekonomi Umat
Melalui pertemuan pasca-Bimtek Batch-6, LP3H PP Muslimat NU kembali meneguhkan pesan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikat. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah seberapa banyak pelaku usaha yang kemudian mendapatkan pendampingan, seberapa luas edukasi halal menjangkau masyarakat, dan seberapa besar kontribusi P3H dalam membangun kesadaran serta kepatuhan terhadap jaminan produk halal.
Karena itu, para P3H Batch-6 didorong untuk segera menyusun langkah tindak lanjut di wilayah masing-masing, membangun jejaring dengan UMKM, melakukan edukasi, serta memberikan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku. LP3H PP Muslimat NU juga terus membuka ruang komunikasi dan pembinaan agar para P3H dapat berkonsultasi ketika menghadapi persoalan di lapangan. Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan terbentuk jaringan P3H Muslimat NU yang solid, profesional, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas. “Kita ada ruang-ruang komunikasi dengan label nama Pojok Jum’at Berkah, menjadi wadah untuk belajar, sharing dan berproses bersama, imbuh Hj. Azzah Zumrud, M.Pd Ketua YHM NU Pusat, dan Manager Kemitraan di LP3H PP MNU ini.
“Bimtek bukanlah akhir, tetapi awal dari pengabdian.” Pesan inilah yang menjadi spirit utama pertemuan pasca-Bimtek Batch-6. Dengan semangat khidmah, profesionalitas, integritas dan kolaborasi, LP3H PP Muslimat NU berkomitmen terus memperluas layanan pendampingan proses produk halal, memperkuat kapasitas para P3H, dan menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi UMKM serta masyarakat luas.
Halal untuk kemaslahatan umat, halal untuk Indonesia, dan halal untuk dunia. Acara dipandu oleh Hj. Endang Dwiyanti (YHM NU Pusat) dan teknis praktik input data dan log in, pengantar NIB walaupun tidak wajib P3H membuatkan NIB, karena NIB menjadi bagian penting dari proses SH (Sertifikat Halal), dipandu penuh oleh Wakil Direktur LP3H PP Muslimat NU langsung Hj. Dewi Syarifah, dikemas dengan kekeluargaan. Adapun sambutan dari Direktur LP3H PP Muslimat NU Hj. Syarifah Noor,SE, Ketua HIDMAT MNU Pusat dan YHM NU Pusat, doa bersama oleh Hj. Mufizah Marsyudi Syuhud Ketua-III YHM NU Pusat. Batch-6 ini adalah kerja bersama kolaborasi LP3H dengan HIDMAT dan YHM NU Pusat.
Kontributor: A-Zhoem




