Tanggal 15 Maret 2025 bertepatan 15 Ramadan 1446 H., hujan deras merata di seluruh kota Semarang, Pengurus Perangkat Muslimat NU Yayasan HIDMAT Muslimat NU Wilayah Jawa Tengah walaupun hujan deras tetap niat kuat untuk silaturrahmi Muhibbah ke pesantren Al-Islah Mangkang, dibawah asuhan Ibu Nyai Aminah Hadlor ( Pondok Pesantren Putra dan Putri) juga ada Madrasah, di pesisir utara Mangkang, walaupun rumah pengurus berjauahan, disamping hujan yang tiada henti, namun semua pengurus sudah bertekad “Menjemput Lailatul Qadar dengan Khataman dan Kajian Tafsir di pondok pesantren tersebut ‘’ini sesuai tema yang tertulis di atas flayer, para pengurus tidak berkurang semangat dan niat baik sedikitpun”, ujar pesan tertulis Yuyun Efendi Ketua HIDMAT MNU Jawa Tengah.
Acara yang dihadiri 200 santri, selain pengurus HIDMAT MNU (Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU) wilayah Jateng ini, dibuka dengan bacaan al-Fatihah oleh ibu Nyai Yusroh, selaku MC. Selanjutnya khataman Al-qur’an dipimpin oleh salah satu santri hafidzah didampingi Bu Nyai Aminah,salah satu pengurus Bidang Kemitraan Pesantren Yayayasan HIDMAT MNU Jateng, dilanjutkan pembacaan kitab Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, oleh Ibu Nyai Mukarramah dan ibu Nyai Aminah. Selanjutnya Tilawah oleh Ibu Nyai Maslahah (juara MTQ ) dan pembacaan Asmaul Husna oleh Ibu Nyai Murni dan pembacaan do’a oleh Ibu Nyai Hadlor.
Acara diakhiri Kajian Tafsir surat pendek QS. Annas oleh Prof.Dr. Yuyun Affandi Ketua Yayasan HIDMAT MNU Jateng. Sebelum menyampaikan kajiannya Yuyun Affandi menyampaikan terima kasih kepada semua pengurus dan hadirin, wabilkhusus kepada Prof Ismawati Ketua PW Muslimat NU Wilayah Jateng, yang selalu memberi bimbingan dan arahan, terima kasih juga disampaikan kepada sohibul bait ( Ibu Nyai Aminah Hadlor ) yang telah berkenan menerima pengurus Yayasan HIDMAT MNU Jateng, ini merupakan Muhibbah putaran ke-2 ke Pondok Pesantren sebagai bagian dari Amaliah Ramadan HIDMAT MNU Wilayah Jateng.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Artinya;Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. raja manusia. sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Surat tersebut dinamakan An-nas atinya manusia, karena di dalam surat tersebut membicarakan tentang manusia, dan nama manusia diulang sebanyak tiga kali berturut-turut di awal surat dan disebut 2 x di akhir surat. Adapun Munasabah /korelasi surat ini dengan surat sebelumnya bahwa pada surat an-Nas Allah memerintahkan Rasulullah , sekaligus seluruh manusia, agar memohon perindungan kepada Allah Swt dari kejahatan manusia. Sedangkam pada surat sebelumnya, yakni surat Al-Falaq, Allah Swt menginstruksikannya memohon plindungan dari semua kejahatan semua mahluk.
Yuyun mengawali penafsirannya dengan ayat pertama,kalimat ke satu yakni قُلْ أَعُوْذُ “ kata kerja perintah ditujukan kepada obyek tunggal, yakni Rasulullah, otomatis kepada semua manusia. pada kalimat pertama ini , Tuhan mengajarkan Rasulullah tentang etika, bagaimana berlindung kepada Allah dari berbagai kejahatan manusia, dimanapun, kapanpun dan sedang apapun.kalimat ke 2 kata kerja mudoroah mohonn perlindungan. Di kalimat ke 3 , Allah menjelaskan bahwa meminta perlindungan hanya kepada: *بِرَبِّ النَّاسِ Rabb :Allah pencipta, pengatur, pemberi rizeki kepada manusia dan Alam. Khsusus sebutan Rabb manusia: untuk menyesuaikan. Karena ada orangg yang meyakini, bhwa wali2 dapat mengabulkan permhonan manusia ( artinya syirk dalam rububiyah).
Pada ayat ke dua *مَلِكِ النَّاسِ Al-Malik : salah satu asmaul husna /pemilik kerajaan dan kekuasaan mutlak, hanyalah Tuhan sang pencipta dan pemberi rizki. Dilanjutkan ayat k3 إِلَهِ النَّاسِ /Allah yang wajib disembah. ibadah , baik dalm ibadah-ibadah : zhohir (sholat, zakat, puasa), maupun ibadah yang bersifat Batin (khusyu, roja, khouf,lillah).
Dari kejahatan siapakah minta perindungan kepada Allah ? dijawab pada ayat berikutnya, yakni ayat ke 4: :مِنْ شَرِّ الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ dari kejahatan bisikan , rayuan, gombalan yang mencari peluang, ketika manusia lalai dzikir pada Allh, maka syetan membisikan sesuatu. ( Khonnas /pengintai/peluang /adalah syetan yang bersembunyi jika dibacakan sesuatu). Jika Syetan telahh memasukkan waswas dalam dada jin dan manusia. Maka hilanglah keberanian manusia untuk menegakkan kebenaran
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ* kemanakah syetan-syetan tersebut mengganngu manusia ,dijawab pada ayat ke 5, yakni ke dada manusia. Dalam aliran darah (darah berpusat ke jantung). Akibat bisikan tersebut, maka manusia menjauhidari Allah dan melupakan ibadah, akibatnya lebih senang melakukan maksiyat.
Ayat dikhiri dengan jawaban, atas pertanyaan, dari bangsa apakah syetan-syetan itu . مِنَ الجِنَّةِ وَالنَّاس Dari godaan Syaitan jin n manusia. Mereka mengajak yang lain ke neraka(Al-An’am: 112).
Ada fadilah yang di dapat dari surat ini yakni: setiap menjelang tidurnya di malam hari, Rasululullah merapatkan ke 2 telapak tangannya,lalu membaca; surat al-ikhlash, Al-Falq dan surat an-Nas ( al-Mu’awwidatain), lalu diusapkan pada semua badannya diawali dari kepala dan organ sebelah kanannya.Seyogya nya kaum muslimin berqudwah kepanya agar mendapat syafaat.
Penafsiran diakhiri dengan Pelajaran yang dapat diambil dari surat Annas : yakni, agar senantiasa waspada dengan ta’awwudz kepada Allah, untuk membasmi syaitan yang senantiasa melakukan godaaan, rayuan kepada orang-orang lengah. Dan sekali-kali tidak meminta perlindungan kepada selain Allah, serta menjauhkan diri dari pikiran-pikiran negatif yang menyebabkan penyakit.
Kontributor : Yu2n
By : @Azzah Zumrud







