muslimatnu.or.id. Muslimat NU mempunyai energi luar biasa di masa pandemi ini. Hal itu dikatakan Ketua Umum Muslimat NU, Ibu Hj Khofifah Indar Parawansa dalam acara webminar yang diselenggarakan HIDMAT MNU Selasa (26/01/2021). Musim pandemi tidak menyurutkan semangat Muslimat NU untuk terus bersilaturahmi da membangun memperluas wawasan. Tentu energi ini harus ditindak lanjuti sehingga menmunculkan efek yang luar biasa bagi kemajuan masyarakat.
Hal ini dikemukakan oleh Ibu Khofifah saat memberikan sambutannya dalam acara Taklim Virtual dan Riyadhah Bersama Nasional yang diselenggarakan HIDMAT MNU. ”Yang harus dilakukan adalah bagaimana menindak lanjuti kegiatan-kegiatan Muslimat NU yang dilakukan secara virtual ini. Sebab kalau ditindaklanjuti dengan benar maka Multi efeknya sangat luar biasa dirasakan masyarakat,” ungkap Ibu Khofifah.
Ibu Khofifah mencontohkan jika uraian atau makalah narasumber ditindaklajuti dengan format tulisan maka bisa dibaca dari tingkat Pimpinan Pusat hingga Anak ranting. “ Itu kalau bisa diwujudkan akan menjadi referensi luar biasa pada warga Muslimat NU hingga tingkat akar rumput,” tambah Ibu Khofifah. Dalam kesempatan tersebut Ibu Khofifah juga minta setiap ada acara HIDMAT NU agar membacakan mahalul qiyam.
Energi Muslimat NU yang luar biasa juga dikatakan oleh Pembina HIDMAT MNU, Ibu Nyai Hj. Mahfudzoh Ali Ubaid. Dikatakan oleh beliau bahwa keistikomahan, ketekunan, dan kebersamaan Muslimat NU selama ini akan menjadi benteng ampuh menghadapi rongrongan terhadap nila nilai aswaja an nahdliyah. “Makanya tema ini kita angkat sehingga warga Muslimat NU mempunyai kualitas yang lebih bagus sebagai benteng Aswaja dan benteng kelompok yang mendiskreditkan Muslimat NU atau NU,” ungkap Ibu Nyai Mahfudzoh.
Sementara itu dalam urainnya Ibu Hj. Sri Mulyati menyampaikan tentang lahirnya Aswaja, pengertian Aswaja, sejarah HIDMAT MNU dan beberapa persoalan. Menurut Ibu Hj Sri Mulayati karakteristik ajaran ahli sunah bal jamaah an nahdliyah ada 3. Pertama, at Tawasuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak esktrim kiri atau ekstrim kanan. Kedua, at Tawazun atau “Termasuk di dalamnya menggunakandali Ali atau dalam yang bersumber akal rasional dan dalil Mali yaitu bersumber dari al Qura’n dan hadis,” ungkap ibu Sri Mulyati. Selanjutnya yang karakteristik yang ketiga adalah,” al i’tidal atau tegak lurus.
Acara ini diikuti oleh kader Muslimat NU dari wilayah, cabang, anak cabang, ranting hingga cabang istimewa Muslimat NU dari seluruh dunia.







