muslimatnu.co.id.Adalah guru kita Maulana Syech Afifuddin Al Jailani memaknai esensi dzikir kepada Allah dengan sangat dalam. Bagi beliau: “dzikir itu laksana bahan bakar bagi kendaraan. Jika tidak ada bahan bakar, tak akan ada pergerakan, tidak akan jalan”. “Dzikir itu juga laksana air bagi ikan. Tanpa air Ikan akan mati”.
“Dzikir itu adalah makanan bagi spiritualitas kita. Dengan dzikir maka kita bisa hidup secara spiritual”
“Seseorang tanpa dzikir, seseorang tak mau berdzikir, maka ia akan mati secara spiritual”. Oleh sebab itu, tanpa dzikir yang ada adalah kegusaran, kekecewaan, ketamakan, keputus-asaan,.
“Dengan masalah yang kecil saja cepat gusar, cepat marah bahkan suka berang, tidak sabaran. Sebab apa? sebab tak terhubung dengan makanan, tanpa energi”.
“Tanpa energi kita tak bisa melakukan apa apa. Jadi, dzikrullah itu energimu. “Maka fahamilah dzikir dengan seksama. Lakukanlah dzikir dengan segala cara, segala metode dalam semua segi kehidupanmu kita”. Insyaallah…
“Semoga manfaat sebagai muhasabah kita semua’, Ujar Ketua Umum PP Muslimat NU Ibu Hj.Khofifah dalam pesan tertulisnya. Pelajaran baik ini mohon saling share agar lebih banyak masyarakat yang tersinari hati dan pikirannya”. Imbuh Ketua Badan Pembina Yayasan HIDMAT (Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim) Muslimat NU Pusat ini, juga Perangkat lain YKM,YPM,YHM dan Inkopan PP Muslimat NU.
@Azzah Zumrud Muallif







