• HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
  • Login
Muslimat NU
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU
No Result
View All Result
Muslimat NU
No Result
View All Result
Home BINCANG TOLERANSI

Islam Ramah, Sejuk, Toleran, Terbuka Dan Merdeka.

Bincang Toleransi, Muslimat NU

20 November 2022
in BINCANG TOLERANSI
0
Islam Ramah, Sejuk, Toleran, Terbuka Dan Merdeka.
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Ancaman kita di dunia pendidikan khususnya di Indonesia yang mengalami distorsi (anomali) dimana anak-anak  menjadikan figur utama pendidikan bukan guru lagi tetapi gagdet. Gadget sudah diposisikan seperti Tuhan. Sejatinya guru sebagai salah satu sumber pelajaran namun  belakangan sudah digantikan oleh smartphone.

Disatu sisi smartphone saat ini digunakan untuk kegiatan  radikalisasi, provokasi-provasi yang mengarah pada ujaran kebencian. Oleh karena itu Muslimat NU memastikan untuk memiliki konten-konten kegiatan digital yang menebar kebajikan, keramahan, kedamaian, menngedepankan persatuan dan kesatuan, menebar kasih  sayang dan menjadi pionir moderasi beragama dengan perspektif Muslimat NU. Saling  membangun jejaring melalui konten-konten digital dengan konsep moderasi beragama, mengedepankan keadilan, kemanusiaan, nasionalisme, berkomitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptatif terhadap kebudayaan lokal menjadi pilar moderasi yang diusung.

RelatedPosts

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Selanjutnya menurut Prof.Dr.Sri Mulyati,MA dalam judul makalah Spiritualitas dan Toleransi Dalam Perspektif Agama Islam menurutnya  komponen spiritual sebagai dua proses dimensi, yaitu proses internal dan proses eksternal. Bagaimana hubungan manusia  secara horizontal dengan sesama manusia dan dirinya  dan secara vertikal dengan Rab-Nya.  Sebagai makhluk yang diciptakan Allah Swt manusia  harus bisa mengembangkan potensi yang diberikan oleh Allah Swt dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran agama masing-masing. Di dalam Islam kita mampu mewujudkan nilai sipiritulias ini sebagai pengembangan ruhani.

Dalam kaidah selain ibadah keimanan ‘ubudiyah kepada Allah Swt juga diajarkan beretika menyayangi diri sendiri, memberikan yang terbaik untuk diri sendiri. sifat harus berhusnudhon (berprasangka baik) kepada siapapun.  Peringkat spiritualitas ‘ubudiyah, aqidah al akhlaqul karimah ketiganya harus seimbang, terimplementasikan baik dan ada hubungan dimensi vertikal dan horisontal dengan baik. Terkait toleransi, ada sikap subyektif dan obyektif. Kita harus bersikap adil dan jujur secara obyektif dalam  agama masing-masing. Sebagai umat Islam dan di dalam  AD/ART di seluruh lingkungan NU berdasarkan Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Annahdliyyah.

Secara obyektif bagaimana budaya,rasa dan bela negara, toleransi sebagai upaya semaksimal mungkin menumbuhkan rasa nasionalisme yang juga terlahir dalam Syubbanul Wathon yang diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka oleh Hadratus Syaikh KH.  Hasyim Asy’ari. Toleransi secara obyektif  dengan masyarakat plural telah tersampaikan.

Rasullullah Saw. juga telah memberikan contoh penjagaan melalui Piagam Madinah.  Laa Ikraha  Fid-Diin, tidak ada paksaan orang masuk agama Islam, sebagai orang Islam wajib menjaga syariah, sedangkan di luar agama Islam  itu menjadi hak mereka untuk menentukan keyakinannya sendiri.

Menurut Prof. Sri Mulyati, selanjutnya  menyebutkan 2  (dua) Fiqih yang termasuk fiqh toleransi yaitu pertama fiqih lingkungan dan  fiqih disabilitas. Sedangkan prinsip toleransi itu sendiri  ada dua yaitu “Laa  Ikraaha Fid Diien”, setuju dengan adanya perbedaan, menghormati perbedaan budaya dan perbedaan suku, bahasa  di Indoensia . Kedua, Kita semua harus memelihara agama, masing-masing kita menjaga, khususnya dalam Islam  menjaga sampai khusnul khotimah

Selanjutnya  ajaran Islam yang humanistis dalam dunia tasawuf sebagai cerminan dalam ajaran Islam itu adalah bahwa di Indonesia sebagai contoh display ruang ekspresi spiritual. Tasawuf dengan doktrin dan para championnya (para sufi) menawarkan contoh kongkrit pemahaman serta tindakan esoteris dan eksoteris Islam yang ramah, sejuk, dan toleran, terbuka dan merdeka.

@Azzah Zumrud

 

Tags: anti radikalismecinta damaicinta tanah airislam damaikesatuanMuslimat NUnkripersatuantoleransi

Related Posts

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI
BERITA

Dakwah HIDMAT Muslimat NU Cabang Kota Denpasar Bali di TVRI

PIDATO RESMI KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU PADA PERINGATAN HUT MNU KE-77 TAHUN 2023
BERITA

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam
BERITA

Dasar utama menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam

Next Post
Urgensi Moderasi Beragama Dalam Keberagaman

Urgensi Moderasi Beragama Dalam Keberagaman

Agama Dan Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia

Agama Dan Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia

Rapat Pleno VII  Periodik VIII PP Muslimat NU

Rapat Pleno VII Periodik VIII PP Muslimat NU

No Result
View All Result

Channel Youtube

https://youtu.be/lxHnD_ro48Q
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami

© 2025 MuslimatNU.or.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
    • DAERAH
    • NASIONAL
  • PERANGKAT
    • YKM NU
    • YPM NU
    • YHM NU
    • HIDMAT MNU
    • INKOPAN MNU
  • JEJAK & HIKMAH
  • BINCANG TOLERANSI
  • TOKOH
  • KONSULTASI
    • FIQH
    • KESEHATAN
    • WARIS
    • PERNIKAHAN
  • UCAPAN
  • TENTANG KAMI
    • Sejarah Singkat Muslimat NU
    • Bidang Muslimat NU
    • Susunan Lengkap Pengurus PP Muslimat NU 2016-2021
  • KONGRES XVIII MUSLIMAT NU

© 2025 MuslimatNU.or.id