muslimatnu.or.id. Prinsip moderasi dalam berdakwah menjadi hal yang sangat penting dilakukan Muslimat NU. Hal ini dikatakan Wakil Rektor III Institut Ilmu Al-qur’an Jakarta Dr. Hj. Romlah Widayati, MA dalam dsikusi virtual tematik ke tiga yang berjudul Peran Perempuan Dalam Perspektif Al-Qur’an.
Menruut Ibu Romlah bahwa dakwah yang kita lakukan untuk Muslimat NU adalah dakwah yang mengajak kepada Islam Wasathiyah.”Wacana ini tentang moderat telah disebutkan dalam surat al Baqoroh ayat 143. Ini sangat menguatkan kita semua bahwa islam yang harus kita sosialissasikan adalah umat yang ada ditengah-tengah,” jelas Ibu Romlah. Menurutnya Islam moderat itu terdiri dari al Robbaniyah, al Waq’iyyah, Syumuliyah, al Insaniyah, al Wasathiyyah, al Ilmiyah, al Mujadalah, al Akhlaqiyah, al Akhrajiyah, al Tathawuruiyyah.
Ditambahkan oleh Ibu Romlah bahwa Al Quran menyatakan adanya keseteraaan antara laki-laki dan perempuan. “ Laki laki dan perempuan yang membedakan adalah kodratnya. Peran perempuan sangatlah banyak dalam Islam seperti mendidik, melindungi anak-anak dan lain sebagainya,”ungkap ibu Romlah. Selanjutnya Ibu Romlah menyebutkan bahwa banyak perempuan yang namanya diabadikan dalam al Quran diantaranya Hannah binti Faqud, Maryam binti Imran, Ummi Musa yang bernama Lauha, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah az Zahra. “ Ada juga peran perempuan di wilayah publik yang bisa kita lihat dalam al Quran seperti dua putri Nabi Ayub yang menggembala kambing, Ratu Bilqis yang memimpin sebuah kerajaan, Siti Khadijah seorang pedagang yang sukses dan Aisyah dan Hafsah yang seorang intelektual dan pendidik dan lain sebagainya,”ungkap Ibu Romlah.
Di masa pendemi ini HIDMAT MNU terus melakukan dakwah virtual secara nasional yang diikuti oleh HIDMAT MNU wilayah, cabang se Indonesia. Dalam Episode -3 Taklim Virtual Nasional . Dalam arahannya, Penasehat PP Muslimat NU, Ketua HIDMAT MNU Pusat ibu Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid binti KH. Wahab Chasbullah menyatakan peran perempuan adalah sangat mulia. “ Muslimat Nahdlatul Ulama menjadi wadah yang pas untuk aplikasi peran yang bersumber dari al-Qur’an.,” ungkap bu Nyai Mahdfudzoh.
Dalam acara ini juga dishare acuan Protokol Kesehatan Majelis Taklim di Era New Normal sebagai produk ihtiar ihtisar acuan Majelis Taklim garapan HIDMAT Muslimat NU. Ini menjadi acuan Majelis Taklim dan komprehensif dimana pengelola dan pengurus “Majelis Taklim harus selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat / puskesmas dan petugas siaga covid-19 dilingkungan tempat tinggal rumah masing-masing, serta mengedepankan maslahah dan mengutamakan kesehatan”, ujar Hj. Azzah Zumrud, M. Pd. Sekretaris HIDMAT MNU Pusat dalam laporan kegiatan taklim virtual HIDMAT MNU Pusat ini.Participans diberikan apresiasi kehadiran dalam bentuk e-sertifikat. Acara diakhiri doa dipimpin oleh ibu Nyai Alina As’ad.


.
( Kontributor: Azzah)






