muslimatnu.or.id. PC Muslimat NU Kota Palembang mengadakan acara pelantikan pengurus PC Muslimat Kota Palembang. Acara yang berlangsung pada Ahad, 29 Rabiul awwal 1442 H/15 November 2020 M berbarengan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW
Ketua PC Muslimat NU Kota Palembang terpilih ibu Dr. Hj Izzah Zen Syukri M.Pd mengatakan bahwa dirinya dan team Muslimat NU Palembang telah melakukan konsolidasi di 18 Kecamatan Kota Palembang. “ Muslimat siap menghijaukan Kota Palembang dengan syiar Islam. Konsolidasi di 18 Kecamatan tinggal 4 Kecamatan lagi yang belum ada kepengurusan Muslimat NU,” kata Ibu Hj Izzah seperti dilansir laman barometer99.com
Menurut ibu Hj. Izzah kepungurusan Muslimat NU akan menargetkan seluruh kelurahan akan dihijaukan. “PC Muslimat Palembang membangun markas harus punya rumah dan ada yang berbesar hati mewakafkan tanah jadi bangun kantor di dekat bandara. Peletakan batu pertama pada awal tahun 2021. Muslimat NU akan mempertahankan tradisi mempertahankan umat. Aktualisasi ke depan dalam menjalankan program keumatan,” tambah ibu Hj. Izzah
Sementara itu PW Muslimat Sumsel Dra Hj Khoiriah dalam sambuatannya mengatakan menjadi perempuan tidak hanya solehah tapi juga harus berdaya. “ Perempuan itu harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan, Maksudnya mampu menggerakkan dirinya dan menggerakkan masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis. perempuan sebagai ibu memiliki peran untuk mengasuh dan mendidik anak,” ungkap ibu Hj. Khoiriyah.
Acara yang berlangsung di aula Uuama Asrama Haji Jalan Tanjung Api-api No. 50, Kota Palembang ini dihadiri Ketua NU Sumsel Amiruddin Nahrawi alias Cak Amir, Gubernur Sumsel yang diwakili oleh asisten I Pemprov Sumsel Ahmad Najib, Walikota Palembang yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Palembang Herli Kurniawan, Ketua FKPT yang juga sekretaris ISNU Sumsel Periansyah, tokoh NU Sumsel Mal’an Abdullah, Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumsel Firdaus Komar, Ketua Forum Palembang Bangkit Idham Rianom.
Sedangkan tausyiah disampaikan oleh Dr KH M Mujib Qulyubi MH., dari Ketua PB NU yang juga Rektor Universitas NU Jakarta.






