muslimatnu.or.id. Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengadakan kegiatan ‘Digital Parenting. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Tarate Sumenep dan diikuti pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Sumenep.
Dalam kegiatan digital parenting ini salah satu pembicaranya adalah Kiai Zamzami Sabiq Hamid yang merupakan Sekretaris Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep. Menurut Kiai Hamid semestinya, di usia 0-2 tahun, anak jangan terpapar gadget. Usia 3-5 tahun boleh menggunakan gadget untuk program edukatif dengan pendampingan orang tua, maksimal satu jam sehari.
“ Usia 6 tahun keatas, boleh diberikan gadget untuk program edukatif dan orang tua harus tahu apa yang ditonton, maksimal dua jam sehari,” ujar Kiai Zamzami,
Sebanyak 25 persen orang tua meninggalkan anak sendirian dengan gadget menjelang tidur.
Kiai Zamzami mengatakan bahwa 25 persen orang tua meninggalkan anak sendirian dengan gadget menjelang tidur. Sementara 94 persen anak usia TK (4-6 tahun) sudah biasa menggunakan gadget.
Berdasarkan data di lapangan, Kiai Hamid mengatakan bahwa anak mengalami Screen Dependency Disorder, seperti terlalu asyik bermain gadget, menunjukkan perilaku yang tidak nyaman ketika tidak bermain gadget, maupun waktu bermain gadget yang terus meningkat.
Selain itu, gagal mengurangi atau berhenti bermain dengan gadget. Bisa juga hilang ketertarikan dengan dunia luar. Anak terkadang juga tetap bermain gadget meskipun diberitahu dampak negatifnya. Ada pula anak yang berbohong mengenai lama penggunaan gadget ke orang tua, dan menggunakan gadget untuk mengalihkan perasaan.
“Fenomena ini akan berdampak buruk jika tidak bijak menggunakan gadget. Apalagi sampai nomophobia. Adapun cirinya antara lain, cemas saat habis pulsa, baterai dan sinyal, panik dan cemas jika jauh dari gadget, mengecek gadget setiap saat, menghabiskan waktu dengan gadget, penurunan performa, dan phantom vibration,” ungkapnya .***






