Muslimat NU Jateng Perkuat Bantuan Hukum Akar Rumput
PP Muslimat NU dan PW Muslimat NU Jawa Tengah mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Paralegal pada Jumat (9/1/2026). Acara berlangsung di Aula Majeng, Kantor Wilayah Kemenag RI Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang krusial bagi kader untuk mengawal penguatan bantuan hukum di tingkat desa.
Sebanyak 75 peserta mengikuti agenda ini dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Mereka merupakan utusan Pengurus Cabang (PC) dari berbagai wilayah. Delegasi berasal dari Purwokerto, Semarang, Sukoharjo, Sukoraja, Blora, hingga kabupaten lainnya.
Kendala Birokrasi dan Harapan Legalitas
Para peserta menceritakan berbagai dinamika lapangan dalam sesi diskusi. Mereka menyoroti kendala teknis dalam proses pelaporan kegiatan. Kader mengeluhkan birokrasi pelaporan yang rumit karena menghambat efektivitas pendampingan masyarakat.
Selain itu, peserta sangat berharap organisasi segera menerbitkan sertifikat kelulusan. Mereka menantikan gelar Certified Paralegal (CPLA) bagi lulusan pelatihan. Gelar ini merupakan legalitas formal yang sangat penting. Dengan gelar tersebut, kader Muslimat NU dapat memberikan advokasi hukum yang profesional.
Dedikasi Ibu Nyai di Usia Senja
Monev kali ini mengungkap kisah inspiratif tentang dedikasi yang melampaui usia. Mayoritas peserta adalah Ibu Nyai dan tokoh masyarakat berusia 60 hingga 80 tahun. Meski fisik tak lagi muda, semangat mereka sebagai garda terdepan bantuan hukum tetap membara.
Tantangan terbesar muncul dalam adaptasi teknologi informasi (IT). Sistem pelaporan digital menuntut kemahiran mengoperasikan aplikasi dan perangkat pintar. Hal ini sering menjadi hambatan nyata bagi para kader senior di era digitalisasi.
Kolaborasi Lintas Generasi
Namun, para kader senior ini menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa. Mereka tidak menyerah pada keterbatasan teknologi. Banyak kader menyiasati kendala IT dengan membangun sinergi di lingkungan terdekat.
Mereka meminta bantuan anak atau cucu di rumah untuk mengunggah laporan kasus. Sebagian lagi berkolaborasi dengan kader Muslimat NU yang lebih muda. Sinergi ini memastikan proses bimbingan teknis pengisian data digital tetap berjalan lancar.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Agenda Monev ini pun berakhir dengan optimisme tinggi. PP Muslimat NU dan PW Muslimat NU Jawa Tengah berkomitmen mendampingi para kader. Mereka akan memberikan bantuan teknis khusus bagi yang membutuhkan. Tujuannya agar misi mulia bantuan hukum di akar rumput terus berjalan tanpa kendala teknologi.





